TINGKAH LAKU MENYUSU ANAK KAMBING PRA SAPIH DIBAWAH UMUR 9 MINGGU UNTUK MENENTUKAN WAKTU SAPIH

SETIAWATI, SKOLASTIKA PRADITA DIAH and Purnomoadi, Agung and Sutaryo, Sutaryo (2018) TINGKAH LAKU MENYUSU ANAK KAMBING PRA SAPIH DIBAWAH UMUR 9 MINGGU UNTUK MENENTUKAN WAKTU SAPIH. Undergraduate thesis, Faculty of Animal Agricultural Sciences.

[img]
Preview
PDF
257Kb
[img]
Preview
PDF
82Kb
[img]
Preview
PDF
134Kb
[img]
Preview
PDF
132Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

550Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

241Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

961Kb

Abstract

SKOLASTIKA PRADITA DIAH SETIAWATI. 23010113140184. 2017. Tingkah Laku Menyusu Anak Kambing Pra Sapih Dibawah Umur 9 Minggu untuk Menentukan Waktu Sapih. (Pembimbing: AGUNG PURNOMOADI dan SUTARYO) Penelitian bertujuan untuk mengetahui waktu penyapihan yang tepat bagi anak kambing berdasarkan tingkah laku menyusu. Penelitian dilakukan di Kandang Domba dan Kambing, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro pada bulan Maret – April 2016. Materi menggunakan 13 ekor anak kambing yang terdiri dari 5 ekor kelahiran tunggal dan 8 ekor kelahiran kembar dua. Umur anak kambing yang diamati mulai dari umur 2 minggu sampai dengan 9 minggu. Induk dan anak kambing tidak dipisahkan selama pengamatan. Parameter yang diamati adalah Aktivitas menyusu meliputi mencari puting, menyundul ambing, penolakan oleh induk, frekuensi menyusu, lama menyusu, dan lama makan. Pengamatan dilakukan dalam waktu 1 x 24 jam setiap minggu dengan merekam menggunakan webcam yang diletakkan pada bagian atas kandang. Hasil rekaman kemudian dirata-rata untuk data aktivitas menyusu per hari. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif yaitu berupa deskripsi atas gejala-gejala yang diamati. Data yang diperoleh diuji menggunakan korelasi-regresi untuk mengetahui hubungan antara tingkah laku (menyusu dan lama makan) dengan umur, tipe kelahiran, jenis kelamin yang berbeda. Nilai korelasi antara umur dengan aktivitas menyusu meliputi mencari puting r= 0,30; menyundul ambing -0,35; penolakan -0,27; frekuensi menyusu 0,35; lama menyusu -0,51; dan lama makan 0,59. Nilai korelasi antara umur dengan aktivitas menyusu pada tipe kelahiran tunggal dan kembar dua secara berurutan yaitu mencari puting (0,08 vs 0,48), menyundul ambing (-0,643 vs 0,349), frekuensi menyusu(-0,65 vs 0,34), lama menyusu (-0,805; -0,385), dan lama makan (0,837 vs 0,516). Nilai korelasi antara umur dengan aktivitas menyusu pada jenis kelamin jantan dan betina secara berurutan mencari puting (0,21 vs -0,39), menyundul (-0,41 vs -0,42), frekuensi menyusu (-0,41 vs -0,39), lama menysusu (-0,590 vs -0,57), dan lama makan (0,54 vs 0,65). Simpulan dari penelitian ini adalah Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prediksi waktu sapih yang tepat dilihat dari tingkah laku menyusu yaitu pada minggu ke 6. Tipe kelahiran kembar lebih dini disapih dibandingkan tunggal. Jenis kelamin jantan memiliki waktu sapih yang lebih dini dibandingkan betina.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:63837
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:27 Aug 2018 11:34
Last Modified:27 Aug 2018 11:34

Repository Staff Only: item control page