HUBUNGAN KONDISI SOSIAL BUDAYA DENGAN KEIKUTSERTAAN VASEKTOMI DI WILAYAH KECAMATN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2001

AMBARWATI, RETNO (2001) HUBUNGAN KONDISI SOSIAL BUDAYA DENGAN KEIKUTSERTAAN VASEKTOMI DI WILAYAH KECAMATN JOGONALAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2001. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
12Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi yang secara terbuka belum masuk dalam “kontrasepsi program” sehingga kontrasepsi pria ini kuran gpopuler dan diterima secara luas oleh masyarakat karena alas an social budaya. Vasektomi adalah suatu tindakan memutuskan saluran sperma sedemikian sehinga dengan dipusnya saluran sperma maka spermatozoa tidak dapat mengalir keluar. Dengan demikian waktu bersanggama air mani yang sebagain besar akan tetap menyemprot keluar namun tanpa sperma sehingga dengan sendirinya tidak terjadi konsepsi. Kecamatan Jogonalan adalah salah satu wilayah yang pemakaian kontrasepsi pria terutama vasektomi masih rendah. Maka penelitian ini ingin diketahui apakah ada hubungan kondisi social budaya dengankeiklutsertaan vasektomi. Metode penelitian yang digunakana penelitian survei dengan pendektana cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pria sebagai PUS, dimana ada 83 peserta vasektomi. Sample dalam penelitian ini adalah bagian dari populasi yang dihitung dengan rumus Vincent Gasperz dan 45 responden vasektomi, kemudian diambil sample pria sebagai PUS yang bukan akseptor KB sebagai pembanding. Teknik pengambilan sample secara proporsional yaitu jumlahsampel yang diambil pada masing-masing desa tergantung banyaknya akseptor KB metode vasektomi di desa tersebut. Uji statistik yang digunakan Chi Square dengan alpha 5%. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara faktor panutan dengan keikutsertaan vasektomi (P value =0,02 dan C=0,238), ada hubungan yang bermakna antara kerelaan istri dengan keikutsertaan vasektomi (P value =0,000 dan C=0,422), tidak ada hubungan yang bermakna antara keharmonisan keluarga dengan keikutsertaan vasektomi (P value =0,598), ada hubungan yang bermakna antara pendapat suami tentang vasektomi dengan keikutsertaan vasektomi ((P value =0,000 dan C=0,350), ada hubungan yang bermakna antara status social suami di masyarakat dengan keikutsertaan vasektomi (P value =0,009 dan C=0,256), dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan suami dengan keikutsertaan vasektomi (p value=0,778). Disarankan agar meningkatkan peran media massa, petugas lapangan, akseptor vasektomi, organisasi sosia kemasyarakatan, tokoh agama dan masyarakat sehingga vasektomi lebih tersebar luas dan dikenal di masyarakat. Kata Kunci: KONDISI SOSIAL BUDAYA, KEIKUTSERTAAN VASEKTOMI

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:6374
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:03 Feb 2010 09:16
Last Modified:03 Feb 2010 09:16

Repository Staff Only: item control page