PERKEMBANGAN SALURAN PENCERNAAN UNTUK PENENTUAN WAKTU SAPIH MENGGUNAKAN ANALISIS FORENSIK FESES PADA PEDET PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DARI UMUR 1 SAMPAI DENGAN 12 MINGGU

RATNANINGRAT, RD. AJENG and Purnomoadi, Agung and Sutaryo, Sutaryo (2018) PERKEMBANGAN SALURAN PENCERNAAN UNTUK PENENTUAN WAKTU SAPIH MENGGUNAKAN ANALISIS FORENSIK FESES PADA PEDET PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN DARI UMUR 1 SAMPAI DENGAN 12 MINGGU. Undergraduate thesis, Faculty of Animal and Agricultural Sciences.

[img]
Preview
PDF
184Kb
[img]
Preview
PDF
88Kb
[img]
Preview
PDF
157Kb
[img]
Preview
PDF
286Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

187Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

342Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

579Kb

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan keremahan dan kepipihan feses dengan umur sapi Friesian Holstein (FH) guna menduga kondisi saluran pencernaan dalam menentukan waktu sapih yang ideal. Penelitian dilakukan di Kandang Sapi Perah dan Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Kerja, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro pada bulan September 2016 – Februari 2017. Materi yang digunakan yaitu enam ekor pedet (umur 1 - 12 minggu) yang diberi susu sebanyak 5 liter per hari, serta pakan hijauan dan konsentrat yang disediakan secara ad libitum. Parameter yang diamati yaitu persentase ukuran partikel kasar feses (keremahan) dan kepipihan feses. Sampel feses diambil setiap minggu selama 12 minggu sebanyak ±100 g, kemudian disaring menggunakan saringan dengan diameter lubang 0,5 mm dan 0,01 mm. Analisis kepipihan dilakukan dengan bandul yang dirancang sendiri. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan korelasi - regresi dilanjutkan dengan uji-t untuk mengetahui keeratan hubungan antara keremahan dan kepipihan feses dengan umur pedet. Hubungan antara keremahan partikel kasar dan sedang pada feses dengan umur adalah negatif kuat dan nyata dengan nilai r=-0,61 dan r=-0,62. Hubungan antara keremahan partikel halus dengan umur ialah positif kuat dan nyata dengan nilai r=0,76, yang artinya semakin bertambah umur pedet kemampuan saluran pencernaan dalam mendegradasi pakan kasar semakin baik. Hubungan antara kepipihan dengan umur adalah negatif kuat dan nyata dengan nilai r=-0,56, artinya kemampuan saluran pencernaan dalam mengabsorbsi pakan semakin baik seiring bertambahnya umur. Hubungan antara konsumsi dengan umur yaitu positif sangat kuat dan nyata dengan nilai r=0,837, yang artinya semakin bertambahnya umur kebutuhan nutrisi semakin meningkat. Konsumsi yang meningkat menyebabkan keremahan kasar dan sedang meningkat pada minggu awal, dan mulai terjadi penurunan pada umur 9 minggu dan stabil pada minggu berikutnya. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan saluran pencernaan pakan sudah semakin baik dan stabil, didukung dengan daya penyerapan pada saluran pencernaan semakin baik terlihat dari kepipihan yang semakin menurun dan stabil. Simpulan dari penelitian ini adalah pedet dapat disapih pada saat berumur 9 minggu. Kondisi saluran pencernaan merupakan indikator utama dalam proses penyapihan, sehingga saat organ saluran pencernaan pedet sudah mampu mencerna pakan kasar maka pedet sudah dapat disapih. Penyapihan umur 9 minggu perlu didukung dengan pemberian pakan dengan kualitas yang baik dan kuantitasnya mencukupi kebutuhan ternak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:63581
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:15 Aug 2018 10:12
Last Modified:15 Aug 2018 10:12

Repository Staff Only: item control page