Analisis Produktivitas dengan Multifactor Productivity Measurement Model(MFPMM)(Studi Kasus pada Unit Paper Mill 6 PT. Pura Barutama Kudus)

Bachtiar, Arfan and Winanda, Aditya (2007) Analisis Produktivitas dengan Multifactor Productivity Measurement Model(MFPMM)(Studi Kasus pada Unit Paper Mill 6 PT. Pura Barutama Kudus). Diponegoro Univercity. (Unpublished)

[img]Microsoft Word
29Kb

Abstract

produktivitas adalah penetapan standart produktivitas, yang diikuti dengan program peningkatan produktivitas. Program peningkatan produktivitas ini dilakukan untuk meraih tingkat Produktivitas merupakan salah satu ukuran performansi sistem yang berfokus pada sisi input dan sisi output. Tingkat produktivitas ini dapat dihitung dengan membandingkan antara output yang dihasilkan oleh sistem dengan input yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tersebut. Pengukuran produktivitas merupakan tahap awal pada proses manajemen produktivitas yang dapat digunakan sebagai tolok ukur perencanaan tingkat sumber daya dan tingkat profitability yang ingin dicapai. Pengukuran produktivitas juga dapat digunakan untuk mengevaluasi perubahan produktivitas pada sistem, sehingga dapat diketahui perkembangan sistem. Melalui penentuan bobot kriteria yang mempengaruhi produktivitas, dapat diketahui mana faktor yang paling berpengaruh pada produktivitas. AHP dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengetahui bobot tiap kriteria-kriteria terhadap rasio produktivitas.Keunggulan menggunakan AHP untuk pengambilan keputusan adalah fleksibel dalam menentukan prioritas dan mengambil keputusan terbaik berdasarkan aspek kuantitastif maupun aspek kualitatif. Pada tahun 1977 American Productivity Center (APC) memperkenalkan sebuah pengukuran produktivitas yang disebut dengan Multifactor Productivity Measurement Model (MFPMM). Model ini merupakan modifikasi dari pengukuran produktivitas total yang hanya melibatkan dokumentasi sistem, sehingga akan menghilangkan unsur subyektifitas. Pengukuran produktivitas dengan MFPMM menekankan pada perubahan komponen produktivitas yang mempengaruhi tingkat profitability sehingga pengukuran ini bersifat dinamis. Tahap selanjutnya dalam proses manajemen profitability sistem yang optimal. Peningkatan produktivitas ini menjadi lebih efektif apabila dilakukan analisis analitik terhadap program-program peningkatan produktivitas yang memberikan perubahan positif pada tingkat produktivitas perusahaan. Dengan menggunakan Analytical Productivity Improvement Model (APIM) dapat ditentukan teknik-teknik peningkatan produktivitas yang memberikan kontribusi positif terhadap perubahan produktivitas. Sehingga perusahaan dapat memperoleh hasil yang optimal dalam menjalankan program peningkatan produktivitas. Dengan adanya manajemen produktivitas ini, maka perusahaan mampu melakukan rekayasa atas produktivitasnya sehingga menghasilkan tingkat profitability yang optimal. Kata kunci : output, input, produktivitas, AHP, MFPMM, APIM

Item Type:Other
Subjects:T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
ID Code:6330
Deposited By:Admin teknik industri
Deposited On:02 Feb 2010 13:52
Last Modified:02 Feb 2010 13:52

Repository Staff Only: item control page