PERBANDINGAN INDEKS MASSA TUBUH LANJUT USIA BERDASARKAN TINGGI BADAN AKTUAL DAN KOMBINASI PANJANG DEPA DAN TINGGI LUTUT

PERTIWI, Julia and Kartasurya, Martha Irene and Lukmono, Djoko Trihadi (2018) PERBANDINGAN INDEKS MASSA TUBUH LANJUT USIA BERDASARKAN TINGGI BADAN AKTUAL DAN KOMBINASI PANJANG DEPA DAN TINGGI LUTUT. Masters thesis, School of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
544Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

6Mb

Abstract

Latar Belakang: Pada lansia yang telah kehilangan kemampuan berdiri tegak, pengukuran tinggi badan badan dihitung dengan prediktor panjang depa atau tinggi lutut. Namun, prediktor tersebut menghasilkan overestimasi dan underestimasi yang tinggi. Belum ada penelitian yang menggabungkan kedua prediktor untuk memprediksi tinggi badan agar dapat diperoleh tinggi badan yang mendekati tinggi badan aktual. Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi studi adalah 963 lansia berumur 60-69 tahun di Kabupaten Wonogiri. Jumlah sampel 136 meliputi 65 pria dan 71 wanita. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi langsung, pengukuran antropometri dan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment, Paired T-Test, Unpaired T-test, dan Regresi Linier. Hasil: Panjang depa lebih akurat digunakan pada wanita (r=0,993; p<0,001) dibanding pria (r=0,886; p<0,001). Tinggi lutut lebih akurat pada pria (r=0,929; p<0,001) dibanding wanita (r=0,986; p<0,001). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara IMT aktual dengan IMT kombinasi prediktor baik pada pria (p=0,904) maupun wanita (p=0,184). Berdasarkan IMT kombinasi prediktor terjadi overestimasi overweight sebesar 12,5% pada wanita dan overestimasi underweight sebesar 12,5% pada pria. Simpulan: Kombinasi panjang depa dan tinggi lutut adalah prediktor terbaik yang dapat digunakan untuk memprediksi tinggi badan lansia. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Panjang Depa, Tinggi Lutut Background: On elderly who have lost ability to stand upright, arm span and knee height are used as the predictors for stature. However, these predictors caused overestimation and underestimation of BMI among different gender. There is no study which combine these two measurements for predicting height to obtain the closest height to the actual stature. Method: This study was done on observational with a cross sectional design. The study population were963 elderly aged 60-69 years old in Wonogiri District. The subject were 136 elderlies: 65 men and 71 women which were choosen by purposive sampling technique. Data were collected through observations, anthropometric measurements and interviews. Data were analyzed by Pearson Product Moment, T-Test, and Linear Regression method. Result: Arm span was more accurate on women (r=0.993; p<0.001) compere to men (r=0.886; p<0.001), whereas knee height was more accurate in men (r=0.929; p<0.001) compare to women (r=0.986; p<0.001). There was no difference between actual BMI and predicting BMI which calculated from combined predictors in men (p=0.904) and women (p=0.184). There was 12.5% overestimation in overweight status of men and underweight status of women based on predicting BMI from the combined predictors. Conclusions: Both, arm span and knee height which used together are the best predictors for the actual height among elderlies. Keywords: Body Mass Index, Arm Span, Knee Height

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Epidemiology
ID Code:62290
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:09 May 2018 09:50
Last Modified:09 May 2018 09:50

Repository Staff Only: item control page