Analisis Kadar Seng, Protein, dan Tingkat Kesukaan Ready-To-Use Supplementary Food (RUSF) dari Biji Labu Kuning untuk Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Latrobdiba, Zahra Maharani and Ardiaria, Martha and Nissa, Choirun (2017) Analisis Kadar Seng, Protein, dan Tingkat Kesukaan Ready-To-Use Supplementary Food (RUSF) dari Biji Labu Kuning untuk Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]PDF (If you need this thesis, please visit to Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University) - Accepted Version
Restricted to Registered users only

4Mb

Official URL: https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi/

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan seng dan protein berdampak pada perkembangan penyakit HIV menjadi AIDS, sehingga diperlukan penanganan gizi untuk membantu pemenuhan keduanya. Produk makanan pendamping seperti ready-to-use supplementary food dari bahan tinggi seng dan protein seperti biji labu dapat menjadi solusi, tetapi adanya perbedaan distribusi seng dan protein dalam bagian-bagian biji labu mendorong perlunya rumusan formulasi yang khusus. Tujuan: Menganalisis perbedaan kandungan seng, protein, dan tingkat kesukaan dari RUSF berbahan baku biji labu kuning dengan tiga macam formulasi. Metode: Tiga macam formulasi—59% biji utuh berkulit (A), 30% biji utuh berkulit dan 29% kernel biji (B), 59% kernel biji (C)—diuji dalam eksperimen rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Pengukuran kandungan gizi menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry untuk seng dan Kjeldahl untuk protein. Uji organoleptik dilakukan dengan uji hedonik berskala lima pada 31 pasien HIV+. Perbedaan kandungan gizi antarformulasi dianalisis dengan ANOVA, sedangkan perbedaan data uji organoleptik dengan Friedman. Analisis statistik dilakukan pada α = 5%. Hasil: Kadar seng (mg/kg) berbeda secara signifikan antarformulasi (p=0,000) dengan kandungan tertinggi pada formulasi C (32,21 ±3,08) diikuti formulasi B (24,67±1,27) dan A (22,99±2,74). Formulasi C (20,49±1,33) juga memiliki kandungan protein (%) tertinggi secara signifikan (p=0,008) dibandingkan formulasi lainnya (masing-masing 18,86±1,42 dan 17.96±0,77). Tingkat kesukaan tertinggi dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur ditemukan pada formulasi C (p=0,000). Simpulan: Formulasi RUSF yang menggunakan kernel biji (C) ditemukan memiliki kandungan seng, protein, dan tingkat kesukaan yang paling tinggi secara signifikan. Namun, komposisi formulasi ini belum memenuhi standar kandungan seng RUSF.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Additional Information:If you need this thesis, please visit to Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Diponegoro University
Uncontrolled Keywords:seng, protein, RUSF, biji labu, ODHA
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
Faculty of Medicine > Department of Nutrition Science
ID Code:62274
Deposited By:Dian Widanarta
Deposited On:08 May 2018 14:02
Last Modified:23 May 2018 09:13

Repository Staff Only: item control page