PENGARUH TRANSPORTASI MALAM TERHADAP KONDISI FISIOLOGIS, PENYUSUTAN DAN PEMULIHAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR TIPIS UMUR MUDA DAN DEWASA

PRALAYA, BOEDY SOERYA and Purnomoadi , Agung and Purbowati, Endang (2018) PENGARUH TRANSPORTASI MALAM TERHADAP KONDISI FISIOLOGIS, PENYUSUTAN DAN PEMULIHAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR TIPIS UMUR MUDA DAN DEWASA. Undergraduate thesis, Faculty of Animal and Agricultural Sciences.

[img]
Preview
PDF
218Kb
[img]
Preview
PDF
88Kb
[img]
Preview
PDF
91Kb
[img]
Preview
PDF
250Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

106Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

558Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

934Kb

Abstract

BOEDY SOERYA PRALAYA. 23010113120027. 2018. Pengaruh Transportasi Malam terhadap Kondisi Fisiologis, Peyusutan dan Pemulihan Bobot Badan Domba Ekor Tipis Umur Muda dan Dewasa. (Pembimbing: AGUNG PURNOMOADI dan ENDANG PURBOWATI. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh transportasi malam hari terhadap kondisi fisiologis, penurunan bobot badan serta pemulihan bobot badan Domba Ekor Tipis umur muda dan dewasa pasca transportasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2017 di Boja, Kendal dan Kandang Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan Pertanian Diponegoro Semarang. Materi yang digunakan adalah 12 ekor Domba Ekor Tipis jantan yang terdiri dari 6 ekor domba muda (umur 3-4 bulan) dengan bobot rata-rata 14,44 ± 2,45 kg (CV = 16,97%) dan 6 ekor domba dewasa (umur 10-11 bulan) dengan bobot rata-rata 23,37 ± 1,99 kg) (CV = 8,52%). Pakan yang diberikan yaitu 50% hay kangkung dan 50% konsentrat, dihitung berdasarkan bahan kering (BK) diberikan bersamaan secara ad libitum. Penelitian dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama dilaksanakan di Boja (sebelum transportasi), proses transportasi dari Boja, Kendal menuju Semarang, dengan jarak ±109 km yang ditempuh dalam waktu 8 jam dari pukul 22.00 – 05.00 WIB dan pemulihan bobot badan pasca transportasi. Parameter yang dimati adalah fisiologis ternak (frekuensi nafas, denyut nadi dan suhu rektal, bobot badan dan fisiologis lingkungan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji t yaitu membandingkan kondisi fisiologis, penyusutan bobot badan dan pemulihan bobot badan antara domba muda dengan dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban lingkungan antara Boja dan selama transportasi berbeda. Suhu mikro dan makro Boja adalah 27,1ºC dan 27,9 ºC, dengan kelembaban 82% dan 81%. Suhu mikro dan makro selama transportasi adalah 24,8 ºC dan 25,4ºC dengan kelembaban 83% dan 83%. Kondisi fisiologis domba di tempat asal meliputi frekuensi nafas, denyut nadi dan suhu rektal masih dalam kisaran normal. Kondisi fisiologis domba selama transportasi mengalami perubahan yang disebabkan oleh perubahan suhu lingkungan selama transportasi. Kondisi fisiologis domba muda lebih tinggi dari pada domba dewasa (P<0,05). Penyusutan bobot badan pada domba muda (0,86 kg) dan domba dewasa (0,94 kg) tidak berbeda nyata (P>0,05). Lama pemulihan bobot badan antara domba muda dan dewasa tidak berbeda nyata (P>0,05), rata-rata pemulihan bobot badan antara domba muda dan dewasa 3 hari. Simpulan dari penelitian adalah transportasi malam mempengaruhi kondisi fisiologis namun tidak mempengaruhi penyusutan bobot badan dan waktu pemulihan bobot badan domba ekor tipis muda dan dewasa yang ditransportasikan selama 8 jam pada malam hari.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:61622
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:02 Apr 2018 11:21
Last Modified:02 Apr 2018 11:21

Repository Staff Only: item control page