" Analisis Kinerja Jalan dan Tebal Perkerasan Lentur Akibat Muatan Lebih ( Overloading ) "

Puji , Wibawa Wartadinata and Rikki , A Situmorang (2013) " Analisis Kinerja Jalan dan Tebal Perkerasan Lentur Akibat Muatan Lebih ( Overloading ) ". Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]Plain Text
166b

Abstract

Ruas jalan Semarang – Kendal, yang merupakan bagian dari jalan Pantura, merupakan jalan arteri yang menghubungkan secara menerus pusat kegiatan perekonomian nasional. Kondisi eksisting jalan raya Semarang – Kendal melalui survei pendahuluan dan pengamatan langsung di lapangan banyak dilintasi oleh kendaraan berat dengan muatan berlebih (overloading). Pada perkerasan jalan terlihat adanya kerusakan berupa retak kulit buaya, penambalan (patching), dan (deformasi) permanen. Dengan terjadinya peningkatan lalu lintas di Jalan Pantura, maka untuk beberapa tahun ke depan diperkirakan jalan ini akan mengalami penurunan pelayanan, baik dilihat dari sisi kinerja lalu lintas maupun dari kinerja perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas dan kinerja perkerasan jalan yang ditinjau dari umur pelayanan perkerasannya, serta kebutuhan tebal lapis tambahan (overlay) pada perkerasan eksisting yang diakibatkan oleh kendaraan dengan muatan berlebih (overloading) pada ruas jalan Semarang – Kendal. Analisis dalam penelitian ini diperoleh dari hasil survei aktual di lapangan dan pengumpulan data sesuai dengan studi pustaka. Untuk mengetahui kinerja lalu lintas digunakan metode “Manual Kapasitas Jalan Indonesia” MKJI 1997 dan untuk kinerja perkerasan jalan dan kebutuhan tebal lapis tambahan (overlay) akibat dari muatan berlebih (overloading) digunakan “Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur” metode Bina Marga 2002. Dari hasil analisis yang dilakukan, volume lalu lintas pada jalur Semarang – Kendal dan Kendal – Semarang pada tahun 2012 masing-masing adalah sebesar 1455 smp/jam dan 2297 smp/jam dan nilai DS masing-masing adalah sebesar 0,39 dan 0,62. Pertumbuhan lalu lintas normal menyebabkan DS pada masing-masing arah meningkat hingga melebihi 0,75. Untuk arah Semarang – Kendal, pada tahun 2020 volume lalu lintas meningkat menjadi 2842 smp/jam, sehingga nilai DS menjadi 0,76. Untuk arah Kendal – Semarang pada tahun 2015 volume lalu lintas sudah meningkat menjadi 2953 smp/jam, sehingga nilai DS menjadi 0,79. Kecepatan rata-rata aktual kendaraan golongan 2 sampai 4 tidak berbeda jauh dengan kecepatan rata-rata teoritis untuk kendaraan ringan (dengan selisih + 15%). Untuk kecepatan rata-rata aktual kendaraan golongan 5 sampai 7 sangat jauh di bawah kecepatan rata-rata teoritis untuk kendaraan sedang dan kendaraan berat (dengan selisih + 30 %). Hal ini menunjukkan bahwa muatan berlebih (overloading ) menurunkan kecepatan kendaraan sedang dan kendaraan berat. Untuk analisis perkerasan eksisting digunakan dua jenis beban, yaitu beban ideal (dengan mengacu pada jumlah beban yang diijinkan atau JBI) dan beban aktual (dari hasil survei). Apabila dilakukan analisis umur sisa dengan menerapkan beban aktual pada perkerasan eksisting, diperoleh struktur perkerasan eksisting hanya dapat menahan beban overload selama 4 tahun 2,5 bulan dari umur rencana 10 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa ruas jalan Semarang – Kendal membutuhkan tebal lapis tambah sebesar 5,50 cm (untuk beban ideal) dan 11 cm (untuk beban aktual).

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
Faculty of Engineering > Department of Civil Engineering
ID Code:60932
Deposited By:Mr. Adi Widayat
Deposited On:21 Feb 2018 15:59
Last Modified:21 Feb 2018 15:59

Repository Staff Only: item control page