Analisis Proses Perencanaan dan Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. R. Soetijono Blora

Astuti , Sri Widi (2017) Analisis Proses Perencanaan dan Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Instalasi Gawat Darurat di RSUD dr. R. Soetijono Blora. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
34Kb

Abstract

RSUD dr. R. Soetijono Blora adalah rumah sakit BLUD yang harus menerapkan Standar Pelayanan Minimal pada setiap pelayanan, salah satunya pelayanan kegawatdaruratan. Instalasi Gawat Darurat berperan dalam melakukan penanggulangan kegawatdaruratan melalui triase, resusitasi dan stabilisasi. Tahun 2016, 11,36% dari total kunjungan merupakan kunjungan IGD dan dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan dan evaluasi pelaksanaan SPM IGD RSUD dr. R. Soetijono Blora sesuai dengan Kepmenkes No. 129 Tahun 2008 karena dokumen SPM yang ada belum sesuai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi dan deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi. Untuk kemudian dianalisis menggunakan teori P1-P2-P3. Hasil dari penelitian diketahui bahwa dalam proses perencanaan, SPM belum disusun dengan baik sesuai standar yang ditetapkan karena mengejar syarat BLUD. Proses pelaksanaannya pun belum optimal sehingga indikator SPM yang tercantum dalam Perbup No. 5 Tahun 2010 belum semuanya terpenuhi. Indikator kematian pasien 0,25% (standar ≤ 0,2%), indikator kemampuan life saving belum terukur (standar 100%), pemberi pelayanan yang bersertifikat BLS/PPGD/GELS/ALS yang masih berlaku 75% (standar 100%) dan waktu tanggap pelayanan dokter 2,4 menit dari hasil pengamatan peneliti (standar ≤ 5 menit). Hal ini dikarenakan banyaknya kendala selama pelaksanaan, seperti kurang kompetennya SDM, kurang memadainya sarana prasarana dan rumitnya birokrasi. Sedangkan untuk proses pengawasan masih belum dijalankan secara rutin dan terstruktur. Pelaksana pengawasan kurang koordinasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pembaruan terhadap kebijakan SPM IGD serta optimalisasi sosialisasi, memperjelas jobdesc staf, pelatihan pembuatan laporan, dan inspeksi secara aktif ke unit Kata Kunci: IGD, SPM, Proses perencanaan, Evaluasi pelaksanaan

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:60469
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:02 Feb 2018 14:03
Last Modified:02 Feb 2018 14:03

Repository Staff Only: item control page