PRODUKSI METANA, KUALITAS FESES DAN PRODUKSI FESES DOMBA LOKAL JANTAN MUDA YANG DIBERI PAKAN DENGAN IMBANGAN PROTEIN DAN ENERGI BERBEDA

LISTIANTO, CHRISTIAN BUDI and Sutaryo, Sutaryo and Purnomoadi, Agung (2017) PRODUKSI METANA, KUALITAS FESES DAN PRODUKSI FESES DOMBA LOKAL JANTAN MUDA YANG DIBERI PAKAN DENGAN IMBANGAN PROTEIN DAN ENERGI BERBEDA. Undergraduate thesis, FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF
251Kb
[img]
Preview
PDF
148Kb
[img]
Preview
PDF
158Kb
[img]
Preview
PDF
333Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

98Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

654Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1138Kb

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi produksi metana feses domba lokal jantan muda yang diberi pakan dengan level protein dan energi yang berbeda sebagai substrat biogas. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2016 – Oktober 2016 di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor domba ekor tipis jantan dengan umur 3 bulan dengan kisaran bobot badan rata-rata 14,19 ± 1,17 kg (CV = 16,44%), feses yang diperoleh dari ternak tersebut yang mendapat perlakuan imbangan pakan, starter dan larutan NaOH 4%. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah botol kaca ukuran 500 ml sebanyak 60 buah, karet penutup sebanyak 60 buah, selang teflon, dan 30 buah tedlar gas bag, timbangan analitik, oven, tanur dan timbangan gantung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x3 dengan perlakuan pakan Total Digestible Nutrients (TDN) 2 level (60% dan 70%) sebagai faktor utama dan perlakuan pakan Protein Kasar (PK) 3 level (14%, 16%, dan 18%) sebagai faktor kedua. Masing-masing perlakuan mendapatkan 3 ulangan untuk parameter produksi metana dan 4 ulangan untuk parameter kualitas dan kuantitas feses. Perlakuan level TDN dan PK tidak memberikan pengaruh nyata terhadap interaksi pada seluruh parameter. Kombinasi pakan memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) pada serat kasar (SK) feses, dengan hasil 26,37% dan 24,36% pada level TDN 60% dan 70% serta secara berurutan 6,38%; 25,40%; 24,32% pada level PK 14-18%. Level TDN memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap PK, lemak kasar (LK) feses dan produksi metana dengan hasil secara berutan (TDN 60-70%) 9,04% dan 12,76% untuk PK; 1,68% dan 2,90% untuk LK serta 110,80 ml/g VS dan 194,74 ml/g VS untuk produksi metana. Level PK tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap PK, LK feses dan produksi metana dengan rata-rata 18%, 2,61% dan 152,75 ml/g VS. Konsumsi BK dan produksi BK feses menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata (p<0,05) pada level TDN dengan hasil (TDN 60-70%) sebesar 1291,10 g/hari dan 847,72 g/hari untuk konsumsi BK serta 613,36 g/hari dan 251,33 g/hari untuk produksi BK feses. Akan tetapi konsumsi BK dan produksi BK feses tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada level PK dengan rata-rata secara berurutan sebesar 1069,41 g/hari dan 432,47 g/hari. Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah produksi gas metana dari feses domba perlakuan relatif lebih besar pada TDN 70, namun perkiraan total produksi metana terbesar terdapat pada imbangan pakan TDN 60% dan PK 16%.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:60115
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:23 Aug 2018 10:09
Last Modified:23 Aug 2018 10:09

Repository Staff Only: item control page