Kontrol Diagenesis Terhadap Kualitas Reservoir Batuan Karbonat Oligosen – Miosen di Selat Madura, Cekungan Jawa Timur

Megaputeri, Annisa Della and Aribowo, Yoga and Hidayatillah, Ahmad Syauqi (2017) Kontrol Diagenesis Terhadap Kualitas Reservoir Batuan Karbonat Oligosen – Miosen di Selat Madura, Cekungan Jawa Timur. Undergraduate thesis, Faculty of Engineering.

[img]
Preview
PDF (A. Della Megaputeri_21100113140085_JUDUL)
527Kb
[img]PDF (A. Della Megaputeri_21100113140085_BAB I)
Restricted to Repository staff only

371Kb
[img]PDF (A. Della Megaputeri_21100113140085_BAB II)
Restricted to Repository staff only

2840Kb
[img]PDF (A. Della Megaputeri_21100113140085_BAB III)
Restricted to Repository staff only

641Kb
[img]PDF (A. Della Megaputeri_21100113140085_BAB IV)
Restricted to Repository staff only

4Mb
[img]PDF (A. Della Megaputeri_21100113140085_BAB V)
Restricted to Repository staff only

376Kb
[img]PDF (A. Della Megaputeri_21100113140085_LAMPIRAN)
Restricted to Repository staff only

4Mb

Abstract

Formasi Kujung adalah formasi batuan berumur Oligo-Miosen yang mengendap tersebar di Cekungan Jawa Timur, tersusun atas batuan karbonat sebagai implikasi dari transgresi global dan kompleksnya perkembangan cekungan. Formasi Kujung pada Sub-cekungan Selat Madura hampir seluruhnya tersusun atas endapan laut dalam karena letaknya yang berada di rendahan cekungan, patch reefs dan isolated platform carbonate berkembang diatas tinggian cekungan di waktu yang bersamaan. Tujuan utama penelitian ini adalah menentukan proses diagenesis apakah yang signifikan dalam mempengaruhi kualitas reservoir dari penemuan bukti-bukti dan kronologi diagenesis. Dengan melihat sayatan tipis dan inti batuan pada lapangan “J”, terlihat bahwa porositas pada Formasi Kujung merupakan porositas sekunder sebagai hasil dari proses diagenesis dari waktu ke waktu. Intercrystaline, moldic, separated vugs, solution-enhanced fracture, dan fracture adalah tipe-tipe porositas sekunder yang terlihat di sayatan tipis. Tipe-tipe porositas tersebut hampir seluruhnya adalah hasil dari diagenesis burial, kecuali moldic dan intercrystalline yang secara efektif terbentuk di lingkungan diagenesis mixing-vadose. Berdasarkan pengamatan secara kualitatif dari sayatan tipis dan inti batuan yang dikombinasikan analisis inti batuan secara kuantitatif, terlihat bahwa intercrystalline adalah tipe porositas yang paling efektif untuk menyimpan hidrokarbon dan kehadiran fracture akibat burial adalah faktor yang paling signifikan untuk menambahkan permeabilitas. Kombinasi kehadiran intercrystalline dan burial fracture di batuan karbonat Oligo-Miosen adalah aspek terpenting untuk memiliki kualitas reservoir yang lebih baik. Karena intercrystalline secara efektif terbentuk di lingkungan mixing-vadose dan diikuti burial fracture sebelum migrasi hidrokarbon, maka, kunci dari eksplorasi batuan karbonat Oligo-Miosen adalah untuk studi lanjutan secara detail pada tubuh karbonat untuk menentukan dimana lokasi yang mengindikasikan zona mixing-vadose dan burial yang secara efektif terbentuk. Prediksi porositas batuan berumur Top Kujung II (Top Miosen Awal) P50 memiliki nilai 0,89% - 27,78% sedangkan prediksi porositas P90 memiliki nilai minimum 9,17% dan nilai maksimum sebesar 31,58%. Kata kunci: porositas sekunder, diagenesis, kualitas resevoir, batuan karbonat Oligo-Miosen, Sub-Cekungan Selat Madura.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QE Geology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
ID Code:59810
Deposited By:Ms Jenian Marin Geologi
Deposited On:23 Jan 2018 08:58
Last Modified:23 Jan 2018 08:58

Repository Staff Only: item control page