GAYA METAFORA DALAM NOVEL ANAK BAJANG MENGGIRING ANGIN KARYA SINDHUNATA: SEBUAH ANALISIS DEKONSTRUKSI PAUL DE MAN

Utorowati, Sri and Sukristanto, Sukristanto (2017) GAYA METAFORA DALAM NOVEL ANAK BAJANG MENGGIRING ANGIN KARYA SINDHUNATA: SEBUAH ANALISIS DEKONSTRUKSI PAUL DE MAN. In: PIBSI XXXIX, 7-8 November 2017, Semarang.

[img]
Preview
PDF
263Kb

Official URL: http://eprints.undip.ac.id/58980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis metafora yang terdapat dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin, (2) mendeskripsikan fungsi metafora, dan (3) mesdeskripsikan makna metafora dalam novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Pengumpulan data dilakukan dengan pembacaan dan pencatatan secara teliti dan cermat terhadap sumber data utama. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan segenap kemampuan dan pengetahuannya tentang stilistika. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi yang bersifat deskriptif, karena data pada penelitian ini adalah teks karya sastra. Pendeskripsian yang dilakukan lebih bersifat deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini adalah jenis metafora yang terdapat dalam novel ABMA meliputi: (1) metafora keadaan, (2) kosmos, (3) energi, (4) substansi, (5) terestrial, (6) objek, (7) kehidupan, (8) bernyawa, dan (9) manusia. Metafora yang dominan adalah metafora kategori keadaan. Fungsi metafora dalam novel ABMA meliputi: (1) fungsi puitik, mengandung pesan tanggung jawab orang tua kepada anak, kerukunan hidup, jangan putus asa, jangan sombong, selalu waspada dan penuh keyakinan, menjaga ketenteraman lingkungan, nilai kesucian dan kesetiaan, cinta tanah air, jangan mengumbar hawa nafsu, dan kejahatan kalah oleh kebenaran. (2) fungsi emotif, menggunakan sarana retorika: repetisi, pertanyaan retoris, ironi, asindeton, polisindeton, dan antitesis. Adapun makna metafora dalam novel ABMA meliputi: (1) makna komunikatif, menampilkan tindak ujar: ilokusi penjelasan, perintah, permintaan, dan perlokusi pernyataan; (2) makna kultural, mengandung simbol: kesedihan, kekejaman, kegembiraan, perjuangan hidup, kemarahan, kekacauan, kesetiaan, hawa nafsu, kekerasan hati, dan kesaktian. Kata kunci: metafora, stilistika, analisis dekonstruksi Paul de Man

Item Type:Conference or Workshop Item (Speech)
Subjects:P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0080 Criticism
ID Code:58980
Deposited By:Sastra Indonesia
Deposited On:08 Jan 2018 15:07
Last Modified:08 Jan 2018 15:07

Repository Staff Only: item control page