HUBUNGAN ANTARA BOBOT POTONG DENGAN BOBOT KARKAS DAN NON KARKAS KAMBING JAWARANDU BETINA DI TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN BUSTAMAN SEMARANG

ARIADI, MUHuhammad Luthfi and PURBOWATI, Endang and LESTARI, C.M. Sri (2017) HUBUNGAN ANTARA BOBOT POTONG DENGAN BOBOT KARKAS DAN NON KARKAS KAMBING JAWARANDU BETINA DI TEMPAT PEMOTONGAN HEWAN BUSTAMAN SEMARANG. Undergraduate thesis, PROGRAM STUDI S1 PETERNAKAN.

[img]
Preview
PDF
313Kb
[img]
Preview
PDF
83Kb
[img]
Preview
PDF
153Kb
[img]
Preview
PDF
365Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

192Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

751Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1998Kb

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji hubungan antara bobot potong dengan bobot karkas dan non karkas kambing Jawarandu betina. Penelitian i ni dilaksanakan pada bulan Juli - Oktober 2016 di Tempat Pemotongan Hewan (THP) Bustaman di Jalan MT. Haryono, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Materi penelitian ini adalah 50 ekor kambing Jawarandu betina yang dibedakan menjadi 5 kelompok bobot potong. Prosedur pemilihan ternak yaitu dengan mengambil kambing yang masuk ke dalam kriteria kelompok bobot potong penelitian yaitu bobot potong I (>10 - 12 kg), II (>12 - 14 kg), III (>14 - 16 kg), IV (>16 - 18 kg), dan V (>18 - 20 kg). Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan aktivitas langsung di lapangan. Parameter yang diamati meliputi bobot potong, bobot dan persentase karkas, serta bobot dan persentase komponen non karkas . Data hasil penelitian pada pengelompokan bobot potong dianalisis menggunakan analisis ragam , hubungan antara bobot potong dengan bobot karkas dan non karkas dianalisis menggunakan korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menu jukkan bahwa semakin tinggi bobot potong maka semakin tinggi pula bobot karkas dan non karkas, s edangkan persentase karkas dan non karkas me nunjukkan hasil yang bervariasi . Bobot karkas kambing Jawarandu betina berkisar antara 5,01 - 8,3 8 kg dan bobot non karkas berkisar antara 6,29 - 10,91 kg. Persentase karkas kambing Jawarandu betina berkisar antara 44,33 - 47,65% dan persentase non karkas berkisar antara 52,35 - 56,56%. T er dapat hubungan linier yang sangat kuat antara bobot potong dengan bobot karkas (r = 0,93; P<0,05) dan bobot non karkas (r = 0,94; P<0,05), s edangkan antara bobot potong dengan persentase karkas (r = 0,10; P>0,05) dan persentase non karkas (r = - 0,10; P>0,05) ti dak terdapat hubungan . Simpulan penelitian ini adalah bobot karkas dan bobot non karkas meningkat seiring dengan meningkatnya bobot potong. Terdapat hubungan yang erat antara bobot potong dengan bobot karkas dan bobot non karkas, sedangkan antara bobot pot ong dengan persentase karkas dan non karkas tidak terdapat hubungan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:58496
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:19 Dec 2017 14:46
Last Modified:19 Dec 2017 14:49

Repository Staff Only: item control page