PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BAHAN PADA PEMBUATAN HIDROTALSIT Cu/Al DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ASAM OKSALAT

Gunawan, Anita (2005) PENGARUH VARIASI KOMPOSISI BAHAN PADA PEMBUATAN HIDROTALSIT Cu/Al DAN APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN ASAM OKSALAT. In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Kimia FMIPA UNDIP , Jurusan Kimia UNDIP. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF - Presentation
18Kb

Official URL: http://kimia.undip.ac.id

Abstract

RINGKASAN Senyawa hidrotalsit merupakan hidroksida ganda berlapis, yang di dalam strukturnya terjadi substitusi parsial logam trivalen untuk logam divalen. Substitusi ini menciptakan muatan positif di dalam lapisan-lapisan hidroksidanya, yang kemudian muatan positif ini akan dinetralkan oleh anion dan molekul air yang berada di dalam interlayer struktur senyawa hidrotalsit tersebut. Salah satu aplikasi dari senyawa hidrotalsit adalah sebagai adsorben. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan senyawa hidrotasit Cu/Al yang dapat digunakan untuk mengadsorpsi asam oksalat. Kemampuan adsorpsi asam oksalat pada senyawa hidrotalsit Cu/Al ini dipengaruhi oleh besarnya muatan positif dari senyawa hidrotalsit tersebut. Besarnya muatan positif tergantung dari komposisi Cu(NO3)2 dan Al(NO3)3 pada proses pembuatannya, sedangkan proses adsorpsinya dapat berlangsung baik secara kimiawi maupun secara fisik. Senyawa hidrotalsit Cu/Al diperoleh dengan mengendapkan campuran larutan Cu(NO3)2 dan Al(NO3)3 yang divariasi komposisinya dengan perbandingan 1 : 1, 1 : 2, 2 : 1, 1 : 3, dan 3 : 1 dalam bentuk hidroksidanya menggunakan agen pengendap NaOH hingga diperoleh pH = 5, kemudian dilakukan pemanasan hingga diperoleh hasil akhir berupa padatan. Padatan yang terbentuk ditentukan kapasitas adsorpsinya terhadap asam oksalat dengan cara merendamnya di dalam larutan asam oksalat selama 24 jam. Analisis senyawa hidrotalsit Cu/Al sebelum dan sesudah mengadsorpsi asam oksalat dilakukan secara kualitatif menggunakan spektrofotometer FTIR dan senyawa hidrotalsit Cu/Al yang mampu menurunkan konsentrasi asam oksalat tertinggi dianalisis menggunakan difraksi sinar-X. Penurunan konsentrasi asam oksalat setelah diadsorpsi oleh senyawa hidrotalsit Cu/Al ditentukan secara kuantitatif menggunakan titrasi permanganometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa hidrotalsit Cu/Al yang dihasilkan berbentuk padat dan berwarna biru. Analisis FTIR menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki gugus fungsi OH, H2O, nitrat, Al–O, dan Cu–O, sedangkan analisis dengan difraksi sinar-X menunjukkan bahwa senyawa ini berujud kristal. Adsorpsi asam oksalat oleh senyawa hidrotalsit Cu/Al menghasilkan penurunan konsentrasi asam oksalat tertinggi sebesar 0,1377 M dengan persentase 91,78% setelah asam oksalat ini diadsorpsi oleh senyawa hidrotalsit Cu/Al dengan perbandingan Cu(NO3)2 : Al(NO3)3 = 1 : 2. Hasil adsorpsi ini diperkuat oleh spektrum FTIR. Pada analisis FTIR muncul vibrasi C=O dan C–O asam oksalat di daerah 1700 cm-1 dan 1319,2 cm-1 yang disebabkan oleh masuknya anion oksalat ke dalam interlayer struktur senyawa hidrotalsit Cu/Al.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:5842
Deposited By:Jurusan Kimia FMIPA
Deposited On:27 Jan 2010 12:27
Last Modified:27 Jan 2010 12:27

Repository Staff Only: item control page