BERBAGAI FAKTOR RESIKO KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (Studi di Kabupaten Rembang)

SETIANINGSIH, Wahyu and Hadisaputro, Soeharyo and Lukmono, Djoko Trihadi (2017) BERBAGAI FAKTOR RESIKO KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI (Studi di Kabupaten Rembang). Masters thesis, School of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
210Kb
[img]
Preview
PDF
151Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

782Kb

Abstract

Anemia lebih sering terjadi pada remaja putri. Prevalensi anemia pada remaja putri di Kabupaten Rembang 22,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor resiko kejadian anemia pada remaja putri. Desain penelitian cross sectional comparative study. Populasi target adalah seluruh remaja putri di Kabupaten Rembang yang sedang menempuh studi di SMA/MA/SMK. Jumlah sampel 172 orang terdiri dari 86 anemia dan 86 tidak anemia dengan metode fixed disease sampling. Analisis data dilakukan bertahap secara univariat, bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda.Faktor yang terbukti beresiko terhadap kejadian anemia pada remaja putri adalah status gizi (p=0,014; POR=2,231; PAR=19,79%), siklus menstruasi(p=0,021; POR=2,157;PAR=18,4%), lama menstruasi (p=0,020; POR=2,185;PAR=19,27%), volume darah menstruasi (p=0,012; POR=2,329;PAR=19,27%), kebiasaan minum teh saat makan (p=0,002; POR=2,760; PAR=24,82%), konsumsi zat besi (p=0,019; POR=2,203; PAR=19,45%), konsumsi protein (p=0,000; POR=3,487; PAR=30,25%), dan konsumsi vitamin C (p=0,002; POR=2,710; PAR=24,42%) dengan probabilitas sebesar 88%. Yang bukan merupakan faktor resiko kejadian anemia pada remaja putri adalah Ankilostomiosis (p=0,746); askariasis (p=0,666) dan trikuriasis (p=0,349).Untuk pencegahan anemia disarankan untuk peningkatan konsumsi zat makanan yang mengandung Fe, protein, vitamin C dan sosialisasi untuk tidak minum teh pada saat makan. Kata Kunci : Anemia, Remaja Putri Anemia is more common in young women. The prevalence of anemia in adolescent girls in Kabupaten Rembang was 22.8%. This study aims to determine various risk factors for anemia in adolescent girls. The research design is cross sectional comparative study. Target population is all young women in Rembang Regency who are studying in SMA / MA / SMK. The sample size of 172 people consisted of 86 anemia and 86 were not anemic with fixed disease sampling method. Data analysis was done in univariate step, bivariate using chi square and multivariate test using multiple logistic regression.Factors that proved to be at risk for anemia occurrence in adolescent girls were nutritional status (p = 0,014; POR = 2,231; PAR = 19,79%), menstrual cycle (p = 0,021; POR = 2,157; PAR = 18,4%), duration (p = 0,020; POR = 2,185; PAR = 19.27%), menstrual blood volume (p = 0.012; POR = 2,329; PAR = 19.27%), tea drinking habits at meal time (p = 0.002; POR = (PAR = 24.82%), iron consumption (p = 0.019; POR = 2.203; PAR = 19.45%), protein consumption (p = 0,000; POR = 3.487; PAR = 30.25%); and consumption of vitamin C (p = 0,002; POR = 2,710; PAR = 24,42%) with probability equal to 88%. What is not a risk factor for anemia in young women is Ankilostomiosis (p = 0.746); ascariasis (p = 0.666) and trichuriasis (p = 0.349).For the prevention of anemia it is advisable to increase consumption of food substances containing Fe, protein, vitamin C and socialization to not drink tea at mealtime. Keywords: Anemia, Adolecent Girls.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Epidemiology
ID Code:58032
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:14 Nov 2017 11:12
Last Modified:14 Nov 2017 11:12

Repository Staff Only: item control page