HAK CIPTA SEBAGAI KARYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TRADISIONAL (STUDI PENGHARGAAN DI SENTRAL INDUSTRI BATIK LAWEYAN SOLO)

Rizqina Amalia, S.H., Amalia (2014) HAK CIPTA SEBAGAI KARYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TRADISIONAL (STUDI PENGHARGAAN DI SENTRAL INDUSTRI BATIK LAWEYAN SOLO). Masters thesis, UNDIP.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia perlindungan mengenai hak cipta telah di atur dalam Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2002 Pasal 10 ayat 2 “Negara memegang Hak Cipta atas folklore dan hasil kebudayaan rakyat yang menjadi milik bersama”. Pasal 12 ayat 1 huruf i di jelaskan bahwa seni batik merupakan ciptaan yang di lindungi, Undang – Undang Hak Cipta dalam melindungi motif batik yang termasuk ke dalam ekspresi budaya tradisional (folklore), bukan berarti motif batik tradisional tidak dapat dilindungi, tidak dapat digolongkan sama seperti karya cipta konvensional yang dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta. Motif batik tradisional adalah bagian dari budaya tradisional bangsa Indonesia. Maka motif batik tradisional lebih tepat digolongkan bukan sebagai karya cipta biasa, namun sebagai bentuk dari Ekspresi Budaya Tradisional Permasalahan pokok yang akan diteliti lebih lanjut dalam tesis ini yaitu bagaimana implementasi perlindungan hak cipta batik sebagai pengetahuan masyarakat tradisional dan apakah perlindungan hak cipta batik sebagai pengetahuan masyarakat tradisional sudah memadai dan efektif di indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah socio legal, yaitu pendekatan terhadap hukum dari luar sebagai gejala sosial semata dan mengaitkannya dengan masalah-masalah sosial, khususnya peraturan perundang-undangan yang terkait dengan hak cipta . Berdasarkan hasil penelitian Perlindungan hak cipta di Indonesia sudah memadai dengan adanya Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2002, namun belum berjalan efektif karena masih banyak pengrajin batik Laweyan Solo belum mendaftarkan motif batik mereka. Rancangan Undang - Undang Perlindungan Dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual Pengetahuan Tradisional Dan Ekspresi Budaya Tradisional belum siap untuk di sosialisasikan karena perlu adanya perubahan sesuai dengan kebutuhan hukum dalam masyarakat. Rekomendasi yang dihasilkan dari hasil penelitian diatas yaitu Pemda kota Solo lebih meningkatkan sosialisasi dan pelayanan fasilitasnya. Terhadap perlindungan hak cipta batik sebagai karya pengetahuan tradisional Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia hendaknya menindak lanjuti masalah pungutan liar pendaftran hak cipta dengan mengeluarkan sanksi tegas kepada para calo, sendangkan para pengrajin lebih meningkatkan kesadaran hukum dengan mendaftarkan motif batik mereka, dengan demikian apabila terjadi suatu sengketa akan mudah memperoleh perlindungan hukum.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:hak cipta, batik, karya tradisional
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:57849
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:30 Oct 2017 14:21
Last Modified:30 Oct 2017 14:21

Repository Staff Only: item control page