KEDUDUKAN HARTA ISTERI DENGAN PERJANJIAN KAWIN SEBAGAI BOEDEL PAILIT DALAM KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS

VANIA , CESIORIYANI (2015) KEDUDUKAN HARTA ISTERI DENGAN PERJANJIAN KAWIN SEBAGAI BOEDEL PAILIT DALAM KEPAILITAN PERSEROAN TERBATAS. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
53Kb

Abstract

Pendirian Perseroan Terbatas dalam kehidupan masyarakat ada yang didirikan oleh suami-isteri dihadapan notaris, dimana suami-isteri tersebut telah terlebih dahulu memberitahukan bahwa mereka memiliki akta perjanjian kawin. Akta perjanjian kawin adalah akta yang berisi suatu perjanjian yang dibuat oleh calon suami-isteri dihadapan notaris sebelum dilangsungkannya perkawinan. Fokus tesis ini adalah mengenai kedudukan harta isteri dengan perjanjian kawin sebagai boedel pailit dalam kepailitan Perseroan Terbatas. Kajian tesis ini penting untuk dilakukan penelitian sebab dewasa ini banyak orang yang melakukan perkawinan dengan perjanjian kawin/pemisahan harta perkawinan yang juga berdampak pada pemberesan atau proses penyelesaian harta pailit milik debitor. Oleh karena itu perlu diketahui kedudukan harta suami atau istri yang melakukan pemisahan harta perkawinan agar terdapat kepastian mengenai proses penyelesaian harta pailitnya. Tesis ini membahas berdasarkan dua permasalahan yaitu bagaimana kedudukan harta isteri dengan perjanjian kawin sebagai boedel pailit dalam kepailitan Perseroan Terbatas dan akibat hukum bagi debitor apabila boedel pailit tidak cukup untuk membayar utang kepada kreditor. Berdasarkan hal tersebut diatas penulis berusaha mengkaji dan menganalisanya dengan menggunakan metode yuridis normatif, yaitu metode yang mengkaji dan menganalisa peraturan perundang-undangan, teori-teori hukum serta yurisprudensi yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas, sedangkan spesifikasi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitis. Hasil penelitian menyebutkan Kedudukan harta isteri dengan perjanjian kawin sebagai boedel pailit dalam kepailitan Perseroan Terbatas adalah bahwa dalam hal harta kekayaan perseroan yang dinyatakan pailit tidak termasuk harta isteri dari debitor pailit yang kawin berdasarkan perjanjian kawin/pisah harta, maka harta isteri tidak terkena sita kepailitan umum dan tidak masuk dalam boedel pailit, tanggung jawab isteri hanya sebesar saham yang disetor. Apabila harta pailit tidak mencukupi untuk membayar piutang kreditor maka dalam kondisi ini sangat dituntut kemampuan kurator untuk mengatasi permasalahan perebutan hak antara kreditor. Kurator dapat menjual asset debitor pailit dan kemudian membagi dengan prinsip pari passu dan prorata diantara kreditor preferen, kreditor separatis, serta kreditor konkuren tanpa ada yang didahulukan satu dengan 9yang lain. Pembagian hasil likuidasi asset ini dilakukan secara proporsional diantara para kreditor.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Kedudukan Harta Isteri, Perjanjian Kawin, Boedel Pailit, Perseroan Terbatas, Pailit
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:57406
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:17 Oct 2017 10:50
Last Modified:17 Oct 2017 10:50

Repository Staff Only: item control page