TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM HAL STATUS KEPEMILIKAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA YANG BUKAN ATAS NAMA DEBITOR (Studi Kasus Pada PT Federal International Finance Cabang Semarang)

Luciana Nimas Ayuningtyas, Ayuningtyas (2014) TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM HAL STATUS KEPEMILIKAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA YANG BUKAN ATAS NAMA DEBITOR (Studi Kasus Pada PT Federal International Finance Cabang Semarang). Masters thesis, UNDIP.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK “TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM HAL STATUS KEPEMILIKAN OBJEK JAMINAN FIDUSIA YANG BUKAN ATAS NAMA DEBITOR (Studi Kasus Pada PT Federal International Finance Cabang Semarang)” Dalam rangka melindungi seseorang dalam memiliki benda terutama benda bergerak yang juga memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang maka Negara (Pemerintah) membuat kaidah – kaidah hukum yang mengatur hubungan hukum antara pemberi dan penerima jaminan dalam kaitannya dengan pembebanan jaminan untuk mendapatkan fasilitas atau kredit yang disebut Hukum Jaminan. Pasal 6 Undang-Undang Fidusia menyebutkan bahwa akta jaminan fidusia sekurang-kurangnya memuat identifikasi pihak pemberi dan penerima fidusia, data perjanjian pokok yang dijamin fidusia, uraian mengenai benda yang menjadi objek jaminan fidusia, nilai penjaminan, nilai benda yang menjadi objek jaminan fidusia. Kesesuaian identitas pemberi fidusia dalam sertifikat fidusia dengan debitor merupakan syarat mutlak pembuatan akta jaminan fidusia. Permasalahan yang timbul dengan adanya kepemilikan jaminan fidusia yang bukan atas nama debitor adalah 1. Bagaimana status kepemilikan jaminan fidusia yang bukan atas nama debitor. 2. Bagaimana tanggung jawab Notaris terhadap pembuatan akta dan pendaftaran sertifikat jaminan fidusia yang objeknya bukan dari pemilik jaminan fidusia. Metode pendekatan yang digunakan dalam penyusunan penulisan tesis ini adalah metode yuridis empiris. Spesifikasi penelitian ini adalah Deskriptif Analitis. Lokasi Penelitian adalah PT FIF Cabang Semarang dan Kantor Notaris. Sumber dan jenis datanya adalah Sumber Data Primer dan Sumber Data Sekunder. Teknik pengumpulan data memakai studi kepustakaan dan wawancara. Teknik analisis data yang dipakai adalah metode analisis kualitatif dan penyajian datanya dalam bentuk laporan tertulis secara ilmiah. Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian bahwa Status kepemilikan jaminan fidusia yang bukan atas nama debitor dianggap sah milik debitor selama debitor masih 1 (satu) KK dengan pemohon (pemberi fidusia). Notaris juga tidak berhak membuat akta fidusia dan mendaftarkannya apabila identitas pemberi fidusia berbeda dengan identitas debitor serta pemohon (pemberi fidusia) tidak 1 (satu) KK dengan debitor. Notaris berhak membuat akta fidusia dan mendaftarkannya apabila identitas pemohon (pemberi fidusia) sama dengan identitas debitor atau identitas pemohon (pemberi fidusia) berbeda dengan identitas debitor tapi masih dalam 1 (satu) KK. Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 15 ayat (1) UUJN mengenai kewenangan Notaris untuk membuat akta otentik mengenai semua perbuatan, perjanjian dan ketetapan yang diharuskan oleh peraturan perundang-undangan. Kata Kunci: tanggung jawab notaris, status kepemilikan objek jaminan fidusia

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:tanggung jawab notaris, status kepemilikan objek jaminan fidusia
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:57270
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:16 Oct 2017 08:40
Last Modified:16 Oct 2017 08:40

Repository Staff Only: item control page