PENYELESAIAN SENGKETA HAK CIPTA RELEVANSINYA DENGAN ASAS ULTIMUM REMEDIUM

Rachmat , Hidayat (2015) PENYELESAIAN SENGKETA HAK CIPTA RELEVANSINYA DENGAN ASAS ULTIMUM REMEDIUM. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
45Kb

Abstract

Persengketaan yang muncul dalam hak cipta pada umumnya berawal dari adanya pelanggaran terhadap seseorang pada sebuah hak cipta.Suatu pelanggaran hak cipta terjadi apabila ada seseorang melakukan pengumuman atau perbanyakan sebuah ciptaan tanpa izin dari pencipta/pemegang hak cipta, yang didasarkan pada kepentingan komersial, dimana dalam melakukan perbuatannya tujuannya untuk memperoleh keuntungan dengan cara yang tidak wajar. Permasalahan penelitian ini adalah Apakah asasultimum remedium diperlukan dalam penyelesaian pelanggaran hak cipta, serta bagaimana penerapannya berdasarkan UUHC. peran asas ultimum remedium dalam penyelesaian sengketa hak cipta yaitu mengedepankan penyelesaian sengketa dengan menggunakan alternatif penyelesaian sengketa, bisa dengan negosiasi, mediasi atau konsiliasi, bisa juga dengan cara mengajukan gugatan perdata pada Pengadilan Niaga dengan kata lain ultimum remedium mengesampingkan delik pidana terhadap pelanggaran hak cipta selama masih ada alternatip penyelesaian yang lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Analisis data yang digunakan dengan analisis kualitatif Hasil pembahasan dan analisis bahwa pihak yang merasa dilanggar hak-haknya melakukan penyelesaian dengan cara negosiasi dengan menawarkan produk yang asli kepada warung internet yang menggunakan sofware bajakan dengan memberikan peringatan keras agar berangsur-angsur semua sofware berganti pada produk yang asli atau berlisensi, apabila tidak diindahkan maka akan diajukan gugatan pada Pengadilan Niaga, tidak semena-mena mempidanakan pelanggar hak cipta sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam pasal 95 ayat (1) UUHC Tahun 2014 tentang hak cipta. Pemidanaan terhadap pelanggaran hak cipta harusnya dilakukan terhadap pelanggar yang benar-benar mengeruk keuntungan yang sangat besar dari hasil kejahatannya misalnya koorporasi, bukan pada pelanggar yang hanya melakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Saran yang dapat disampaikan antara lain untuk UUHC agar lebih tegas mencantumkan pelanggaran hak cipta seperti apa yang bisa diselesaikan dengan asas ultimum remedium atau langsung dipidanakan.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Sengketa hak cipta, asas ultimum remedium
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:57267
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:16 Oct 2017 08:31
Last Modified:16 Oct 2017 08:31

Repository Staff Only: item control page