UPAYA PEMKAB LAMONGAN DALAM MELINDUNGI HAK CIPTA BATIK TRADISIONAL

Enik Isnaini.SH., E.I (2012) UPAYA PEMKAB LAMONGAN DALAM MELINDUNGI HAK CIPTA BATIK TRADISIONAL. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[img]Microsoft Word
102Kb

Abstract

Abstrak Upaya Pemkab Lamongan dalam melindungi Hak Cipta Batik Tradisional Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Oleh karena itu batik dengan motif tradisionalnya termasuk motif batik Tradisional Lamongan merupakan kekayaan budaya Indonesia warisan bangsa. Atas dasar itu, batik perlu dilestarikan, dilindungi dan didukung pengembangannya. Sebagai suatu kebudayaan tradisional yang telah berlangsung secara turun temurun, maka Hak Cipta atas batik ini akan dipegang oleh negara sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimana upaya Pemda Kab.Lamongan dalam melindungi Hak Cipta Batik Tradisional dan apa hambatan-hambatannya dalam mendapatkan perlindungan. Di mana tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan jelas yang menjadi rumusan permasalahannya. Metode pendekatan penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris yaitu suatu penelitian yang neneliti peraturan-peraturan hukum yang kemudian dihubungkan dengan data dan perilaku yang hidup di tengah-tengah masyarakat langsung. Munculnya pemalsuan atau peniruan batik tradisional ini tidak lepas dari kondisi sosial ekonomi yang ada di masyarakat kita, dimana selepas adanya krisis ekonomi yang melanda negara kita, kondisi ekonomi dan sosial masyarakat kita kian menjadi merosot dan tidak teratur. Kesimpulan penelitian, bahwa hambatan-hambatan yang dihadapi oleh pemegang Hak Cipta dalam upaya pengembangan usaha dan kreativitas diantaranya : Kultur masyarakat Indonesia khususnya Paciran Kab. Lamongan kurang mengenal Hak Cipta, adanya kebiasaan masyarakat yang suka meniru dan menjiplak karya orang lain, Kondisi ekonomi masyarakat yang masih lemah sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat terhadap produk asli sangat kurang, dan aparat hukum yang kurang profesional dalam menangani produk-produk batik tradisional hasil tiruan,jiplakan, atau bajakan. Perlindungan hak cipta menurut Undang-undang nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta sudah mengakomodir perlindungan karya-karya cipta seperti batik tradisional, namun perlindungan hak cipta yang diberikan oleh undang-undang nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta tidak dimanfaatkan secara maksimal dalam penegakan hukumnya. Kata Kunci : Batik Lamongan, Warisan Budaya, Perlindungan Hak Cipta  

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:K Law > KD England and Wales
K Law > KF United States Federal Law
K Law > K Law (General)
K Law > KZ Law of Nations
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Law
ID Code:57116
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:12 Oct 2017 10:44
Last Modified:12 Oct 2017 10:44

Repository Staff Only: item control page