KONFLIK AGRARIA ANTARA PIHAK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MIRZA PRATAMA PUTRA DENGAN MASYARAKAT KECAMATAN BULIK TIMUR DESA SUNGKUP YANG TELAH MEMILIKI SURAT KETERANGANTANAH ADAT (SKT-A) SEBAGAI BUKTI KEPEMILIKAN TANAH

Jefri Era Pranata, Pranata (2014) KONFLIK AGRARIA ANTARA PIHAK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MIRZA PRATAMA PUTRA DENGAN MASYARAKAT KECAMATAN BULIK TIMUR DESA SUNGKUP YANG TELAH MEMILIKI SURAT KETERANGANTANAH ADAT (SKT-A) SEBAGAI BUKTI KEPEMILIKAN TANAH. Masters thesis, UNDIP.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Keberadan tanah dalam kehidupan manusia merupakan hal yang sangat penting, dimana tanah merupakan tempat bagi manusia untuk hidup dan sampai pada manusia itu dipanggil untuk menghadap kepada Yang Maha Kuasa. Kepincangan atas kepemilikan tanah inilah yang membuat seringnya permasalahan tanah di negara-negara agraris menjadi salah satu sumber utama yang menyebabkan ketidakstabilan hukum serta politik maupun berbagai konflik sosial yang berkaitan dengan masalah tanah.Demi mewujudkan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada masyarakat, maka diperlukan suatu pengaturan yang tertulis, lengkap dan dapat dilaksanakan secara konsisten demi mencegah terjadinya konflik atau sengketa tanah. Dimana konflik pertanahan merupakan bentuk ekstrim dan keras dari persaingan. Untuk itupenulis memilih judul : “KONFLIK AGRARIA ANTARA PIHAK PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. MIRZA PRATAMA PUTRA DENGAN MASYARAKAT KECAMATAN BULIK TIMUR DESA SUNGKUP YANG TELAH MEMILIKI SURAT KETERANGAN TANAH ADAT (SKT-A) SEBAGAI BUKTI KEPEMILIKAN TANAH Penulisan tesis ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa, faktor penyebab konflik, serta sejauh mana kekuatan hukum surat keterangan tanah adat (SKT-A) dan bagaimana penyelesaian konflik agraria antara pihak perkebunan kelapa PT. Mirza Pratama Putra dengan masyarakat Kecamatan Bulik Timur Desa Sungkup yang telah memiliki surat keterangan tanah adat (SKT-A) sebagai bukti kepemilikan tanah. Dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Yuridis empiris (yuridis sosiologis) adalah suatu pendekatan yang dilakukan untuk menganalisa tentang sejauh manakah suatu peraturan atau perundangundangan atau hukum yang sedang berlaku secara efektif, dalam hal ini pendekatan tersebut dapat digunakan untuk menganalisis konflik agraria antara pihak perkebunan kelapa PT. Mirza Pratama Putra dengan masyarakat Kecamatan Bulik Timur Desa Sungkup yang telah memiliki surat keterangan tanah adat (SKT-A) sebagai bukti kepemilikan tanah. Penyebab terjadinya konflik agraria antara PT. Mirza Pratama Putra dengan masyarakat Kecamatan Bulik Timur Desa Sungkup ialah persolaan penyerobotan tanah, ganti rugi lahan dan pihak perusahaan tidak melaksanakan kewajibannya untuk memeberikan kebun plasma kepada masyarakat. Sedangkan Surat Keterangan Tanah Adat (SKT-A) yang memiliki kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan. Adapun jalan keluar untuk penyelesaian konflik yang ada di Desa Sungkup dibagi menjadi dua yakni penyelesaian secara yuridis dan pendekatan secara sosial Kata kunci : Konflik Agraria,Surat Keterangan Tanah Adat (SKT-A).

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Konflik Agraria,Surat Keterangan Tanah Adat (SKT-A).
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:57100
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:12 Oct 2017 09:48
Last Modified:12 Oct 2017 09:48

Repository Staff Only: item control page