MEKANISME PEMBERIAN WASIAT WAJIBAH BAGI ANAK ANGKAT DALAM HUKUM KEWARISAN ISLAM DI INDONESIA (STUDI KASUS: PUTUSAN NOMOR: 0706/Pdt.G/2007/PENGADILAN AGAMA JEMBER)

Azizah , Faizati (2013) MEKANISME PEMBERIAN WASIAT WAJIBAH BAGI ANAK ANGKAT DALAM HUKUM KEWARISAN ISLAM DI INDONESIA (STUDI KASUS: PUTUSAN NOMOR: 0706/Pdt.G/2007/PENGADILAN AGAMA JEMBER). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Mekanisme Pemberian Wasiat Wajibah Bagi Anak Angkat Dalam Hukum Kewarisan Islam di Indonesia (Studi Kasus: Putusan Nomor: 0706/Pdt.G/2007/Pengadilan Agama Jember) Kedudukan anak angkat dalan hukum Islam tidak boleh dianggap sebagai anak kandung. Hal ini menjadikan anak angkat, dalam hukum kewarisan Islam, tidak mempunyai hak mewaris dari harta warisan orang tua angkatnya. Akan tetapi ketentuan Kompilasi Hukum Islam Pasal 209 menentukan bahwa anak angkat dapat menerima harta warisan dari orang tua angkatnya melalui wasiat wajibah. Ketentuan tersebut yang menjadi dasar hukum pengadilan agama dalam memutus perkara kewarisan Islam dan anak angkat. Salah satu putusan tersebut adalah Putusan Nomor: 0706/Pdt.G/2007/Pengadilan Agama Jember yang dalam amar putusannya memberikan wasiat wajibah kepada anak angkat yang pemberiannya harus didahulukan sebelum harta warisan dibagikan kepada ahli waris. Terkait latar belakang yang telah diuraikan di atas, terdapat permasalahan yang diangkat penulis, yaitu (1) bagaimanakah kontruksi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam di Indonesia dan (2) bagaimanakah mekanisme pemberian wasiat wajibah bagi anak angkat didasarkan Putusan Nomor: 0706/Pdt.G/2007/Pengadilan Agama Jember apabila dibandingkan dengan Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah untuk memahami dan mengkaji kontruksi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam di Indonesia dan untuk memahami dan mengkaji mekanisme pemberian wasiat wajibah bagi anak angkat didasarkan Putusan Nomor: 0706/Pdt.G/2007/Pengadilan Agama Jember apabila dibandingkan dengan Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang dilakukan dengan menggunakan data sekunder, yaitu dengan mengkaji data kepustakaan dan menganalisis Putusan Nomor:0706/Pdt.G/2007/Pengadilan Agama Jember. Spesifikasi penelitian dalam penelitian hukum ini bersifat deskriptif analitis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsep wasiat wajibah merupakan peraturan perundang-undangan tentang wasiat yang diperuntukkan bagi anak angkat, yang wajib ditaati. Walaupun Pasal 209 Kompilasi Hukum Islam tidak memberikan penjelasan lebih lanjut berkaitan dengan mekanisme pemberian wasiat wajibah akan tetapi Putusan Nomor:0706/Pdt.G/2007/Pengadilan Agama Jember menentukan bahwa pemberian wasiat wajibah bagi anak angkat dilaksanakan sebelum pembagian harta warisan bagi ahli waris, yang disesuaikan dengan pengaturan wasiat wajibah dalam Undang-Undang Wasiat Mesir Nomor 71 Tahun 1946 dan karena wasiat wajibah merupakan bentuk wasiat yang pemberiannya sebelum harta warisan dibagi kepada ahli waris. Kata kunci: hukum kewarisan Islam, anak angkat, wasiat wajibah

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:hukum kewarisan Islam, anak angkat, wasiat wajibah
Subjects:K Law > K Law (General)
L Education > L Education (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:56940
Deposited By:Magister Kenotariatan
Deposited On:09 Oct 2017 14:13
Last Modified:09 Oct 2017 14:13

Repository Staff Only: item control page