Efektivitas Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum Conyzoides L) Sebagai Green Antiseptic Untuk Pencelup Puting Sapi Perah

MAHPUDIN, Mahpudin and HARJANTI, Wahyu Dian and WAHYONO, Fajar (2017) Efektivitas Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum Conyzoides L) Sebagai Green Antiseptic Untuk Pencelup Puting Sapi Perah. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan Dan Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
571Kb
[img]
Preview
PDF
87Kb
[img]
Preview
PDF
212Kb
[img]
Preview
PDF
427Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

123Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

886Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1939Kb

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengetahui efektifitas ekstrak daun babadaton sebagai bahan aktif cairan pencelup puting (teat dipping) dalam menghambat masuknya bakteri melalui puting, serta membandingkan efektifitasnya dengan antiseptik sintetis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Agustus 2015 di Kelompok Tani Ternak Wahyu Agung, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah Universitas Diponegoro dan Balai Pelayanan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi perah laktasi yang menderita mastitis subklinis (paritas II dan III, bulan laktasi 3 dan 4), daun babadotan (Ageratum conyzoides Linn), ethanol 96%, aquades, sampel susu, Betadine (povidone iodine 10%) dan reagen california mastitis test (CMT). Alatalat yang digunakan adalah oven, rotary evaporator, ultra sonic waterbath, paddle CMT, teat dipper, botol sampel, colony counter, lactoscan, statistical product and service solution (SPSS) 19. Metode yang digunakan adalah percobaan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Dua belas ekor sapi perah dibagi menjadi empat kelompok tiga ulangan. Kelompok perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari A5: 5% ekstrak, A10: 10% ekstrak, A15 : 15% ekstrak, K(+) : antiseptik sintetis (povidone iodine 10%). Data dianalisis menggunakan SPSS 19. Parameter yang diamati adalah total bakteri, tingkat peradangan ambing, produksi susu, lemak susu dan protein susu. Hasil penelitian menunjukan penurunan jumlah cemaran bakteri yang sangat signifikan (p<0,01) dilihat dari total koloni bakteri sebelum dipping sebanyak 6,1- 7,3 log cfu/ml menjadi 4,4-6,0 log cfu/ml sesudah dipping selama 14 hari. Jika dibandingkan antar kelompok perlakuan, tidak ada perbedaan nyata (p>0,05) pada total koloni bakteri dalam susu pada kelompok sapi yang menggunakan antiseptik dipping ekstrak daun babadotan (A5, A10 dan A15) dengan antiseptik sintetis povidone iodine (K+). Terjadi penurunan tingkat peradangan kelenjar ambing, yang diketahui dari penurunan jumlah skor CMT (P<0,01) dari rata-rata 6,9 sebelum teat dipping menjadi 4,2 sesudah teat dipping. Persentase penurunan tingkat peradangan ambing ekstrak daun babadotan lebih tinggi dari povidone iodine. Tidak ada perbedaan antara produksi susu sebelum dan sesudah dipping. Tidak ada perbedaan antara kadar nutrien susu sebelum dan sesudah dipping. Ekstrak daun babadotan (5%, 10%, 15%) memiliki efektifitas yang sama dengan povidone iodine 10% dalam menghambat masuknya bakteri ke dalam ambing dan dapat digunakan sebagai alternatif antiseptik untuk dipping. Ekstrak daun babadotan selain bersifat antiseptik juga bersifat anti-inflamasi. Konsentrasi terbaik yang direkomendasikan adalah 5% ekstrak.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:56554
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:02 Oct 2017 10:10
Last Modified:02 Oct 2017 10:10

Repository Staff Only: item control page