Kombinasi Ozon dan Teknologi Membran Ultrafiltrasi untuk Pengolahan Air Minum Studi Kasus: Waduk Jatibarang Semarang

Adinatha, Patricia (2017) Kombinasi Ozon dan Teknologi Membran Ultrafiltrasi untuk Pengolahan Air Minum Studi Kasus: Waduk Jatibarang Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
12Kb

Abstract

ABSTRAK Kota Semarang memiliki banyak perairan yang berpotensi untuk suplai air bersih, namun hal ini tidak diimbangi dengan kualitas air yang baik. Selama ini, air yang digunakan masih diolah dengan instalasi konvensional yang membutuhkan lahan besar untuk pembangunannya, teknologi alternatif lain yang dapat digunakan ialah teknologi membran. Namun apabila air langsung difiltrasi dengan membran akan terjadi fouling yang besar, maka dibutuhkan pengolahan pendahuluan untuk mengurangi fouling. Untuk mengetahui kinerja kombinasi ozon dan teknologi membran dalam menyisihkan parameter COD, BOD, TSS, dan kekeruhan digunakan air sintetik dengan tujuan untuk memperoleh konsentrasi yang sama pada setiap pengujian. Sedangkan untuk mengetahui potensi kombinasi ozon dan teknologi membran ultrafiltrasi untuk diaplikasikan, digunakan air asli dari Waduk Jatibarang Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pengaruh waktu kontak ozon (5, 10, 15, dan 30 menit) terhadap fluks dan tingkat rejeksi masing-masing umpan. Dari hasil yang diperoleh, waktu kontak ozon optimum adalah 15 menit. Waktu kontak optimum kemudian digunakan untuk perbandingan fenomena fluks dan tingkat rejeksi pada umpan dengan kenaikan konsentrasi dan juga umpan air asli. Pada air asli, penurunan fluks secara tajam disebabkan oleh deposisi foulant pada permukaan membran. Secara umum, tingkat rejeksi yang dihasilkan utuk parameter COD, BOD, TSS, dan kekeruhan yang dihasilkan oleh kombinasi ozon dan teknologi membran ultrafiltrasi adalah 96,65%; 97,8%; 100%; dan 92,4%. Kata kunci: Air Permukaan, Membran, Ultrafiltrasi, Ozon, COD, BOD, TSS, Kekeruhan ABSTRACT The city of Semarang has many potential waters for clean water supply, but this is not matched by good water quality. So far, the water used is still processed with conventional units that require large land for its construction, another alternative technology that can be used is membrane technology. However, if the water is directly filtered with membrane, will cause a large fouling so it takes pretreatment process to reduce fouling. To discover the performance of the hybrid process of ozone and membrane technology in rejecting COD, BOD, TSS, and turbidity is used synthetic water in order to obtain the same concentration in each test. Meanwhile, to discover the potential hybrid process of ozone and ultrafiltration membrane technology to be applied, original water from Jatibarang Reservoir Semarang is used. This study was conducted by analyzing the effect of ozone contact time (5, 10, 15, and 30 minutes) on the flux and rejection rate of each feed. From the results obtained, the optimum ozone contact time is 15 minutes. The optimum contact time is then used for the comparison study of the flux phenomenon and the rate of rejection in the feed with the concentration increase as well as the original water feed. In original water, the decrease in flux is sharply caused by foulant deposition on the membrane surface. In general, the rejection rates generated for the COD, BOD, TSS, and turbidity parameters generated by the hybrid process of ozone and ultrafiltration membrane technology were 96.65%; 97.8%; 100%; and 92.4%. Keywords: Surface Water, Membranes, Ultrafiltration, Ozone, COD, BOD, TSS, Turbidity

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
Faculty of Engineering > Department of Environmental Engineering
ID Code:56116
Deposited By:Ms teknik lingkungan
Deposited On:15 Sep 2017 10:21
Last Modified:15 Sep 2017 10:21

Repository Staff Only: item control page