MUSEUM KEBUDAYAAN DI KOTA KUDUS

Adiyati, Arlina and Suprapti, Atik and Noor Prabowo, Bintang (2017) MUSEUM KEBUDAYAAN DI KOTA KUDUS. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
1235Kb
[img]
Preview
PDF
516Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

4058Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1732Kb
[img]
Preview
PDF
445Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2016Kb
[img]
Preview
PDF
941Kb
[img]
Preview
PDF
466Kb
[img]
Preview
PDF
690Kb

Abstract

Kota Kudus selain terkenal sebagi kota Kretek juga sangat kaya akan budaya tangible dan intangible yang bernilai tinggi dengan adat istiadat yang mencerminkan kearifan lokal kebudayaan kota Kudus. Begitu pula dengan bangunan – bangunan di Kota Kudus banyak dikategorikan sebagai bangunnan cagar budaya yang memiliki nilai arsitektur tinggi karena akulturasi antar dua agama yaitu Hindu dan Islam. Hingga beberapa kebudayaan seperti tari – tarian, wayang kulit, wayang golek, kain batik khas Kudus serta situs Pati Ayam yang hanya dapat ditemukan di kota Santri ini. Menurut keputusan Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah No. 988/102.SP/BP3/P.IX/2005 tentang Penetapan Benda Cagar Budaya di Kabupaten Kudus terdapat 709 benda budaya tangible yang perlu untuk dilindungi dan dilestariakan. Sedangkan menurut data yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Deputi Bidang Kesenian dan Pakaian Adat terdapat beberapa warisan budaya kota Kudus seperti kesenian daerah yang masih tersebar dan kurang terjaga dengan baik. Dengan banyaknya budaya yang bernilai tinggi dan tradisi adat istiadat kota Kudus yang hanya diadakan satu kali dalam setahun maka perlu mewadahi kegiatan yang memberikan informasi tentang kebudayaan local Kudus yang dapat dikunjungi sewaktu – waktu oleh masyarakat maupun wisatawan sehingga tetap terjaga dan lestari.Oleh karena itu kegiatan tersebut perlu diwujudkan dan dikemas ke dalam sebuah bangunan Museum Kebudayaan Kota Kudus yang mampu menampung, mewadahi dan menginformasikan sejarah dan kebudayaan lokal Kota Kudus sebagai sarana edukatif, research, dan rekreatif. Penekanan desain pada Museum Kebudayaan Kota Kudus perlu mengacu pada lokalisme budaya setempat dan elemen – elemen arsitektural wilayahyang diwujudkan ke dalam bentuk yang lebih modern yaitu dengan menggunakan Desain Neo-Vernakular.Hal ini didasari oleh pertimbangan agar dapat menarik minat masyarakat dan wisatawan tanpa menghilangkan sejarah citra budaya kota Kretek dengan mengangkat budaya lokal di kota Kudusyang terbentuk secara empiris oleh perilaku dan tradisi turun - temurunpada budaya masyarakat yang kuat dan beranekaragam. Kajian diawali denganmempelajari pengertian dan hal- hal mendasar mengenai museum, standar - standarmengenai tata ruang dalam museum, kajian tentang kebudayaan tangible dan intangible di Kota Kudus, sertastudi banding beberapa museum di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi yang tepat untuk mendirikan Museum Kebudayaan di Kota Kudusdengan peraturan wilayah setempat dan pembahasan mengenai konsep perancangan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Tapak yang digunakan adalah tapak yang dipilih melalui hasil penilaian beberapa tapak alternatif. Selain itu juga dibahas mengenai fasilitas dan program ruang museum, tata ruang bangunan, penampilan massa bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Museum Kebudayaan Di Kota Kudus Dengan Penekanan Desain Neo-Vernakular”.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:55836
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:05 Sep 2017 09:17
Last Modified:05 Sep 2017 09:17

Repository Staff Only: item control page