SEMARANG INTERNASIONAL CONVENTION AND EXHIBITION CENTER

Shabrina Sarahidayati , Arsya and Adji Murtomo, Bambang and Iswanto, Dhanoe (2017) SEMARANG INTERNASIONAL CONVENTION AND EXHIBITION CENTER. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
1115Kb
[img]
Preview
PDF
728Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2245Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

951Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1266Kb
[img]
Preview
PDF
753Kb
[img]
Preview
PDF
528Kb
[img]
Preview
PDF
567Kb

Abstract

Semarang merupakan ibukota provinsi dari Jawa Tengah. Kota Semarang merupakan kota yang dikenal dengan obyek wisata khas peninggalan Belanda seperti Kawasan Kota Lama dan wisata kuliner nya seperti lumpia dan wingko babat. Kota Semarang dilihat secara topografinya terdiri dari daerah perbukitan, dataran rendah dan daerah pantai. Masyarakat kota Semarang biasa menyebut daerah dataran rendah dan daerah pantai sebagai kota bawah dan daerah perbukitan sebagai kota atas. Hal ini merupakan salah satu keunikan kota Semarang. Hal inilah yang merupakan daya tarik pariwisata kota Semarang bagi wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Sebagaimana kota-kota di Pulau Jawa, kota Semarang memiliki jumlah penduduk yang banyak dan terus bertumbuh setiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah setiap tahunnya membuat makin tingginya tingkat kebutuhan penduduk kota Semarang. Salah satunya dalam penyelenggaraan event-event kecil maupun besar kota Semarang. Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang tahun 2014 dapat disimpulkan bahwa jumlah kegiatan convention dan exhibition di kota Semarang setiap tahunnya bertambah ± 22 event dengan kenaikan jumlah peserta ± 29.000 orang per tahun. Hingga saat ini, tempat penyelenggaraan kegiatan MICE (Meeting, Inventive, Convention and Exhibition) yang dapat menampung jumlah pengunjung terbanyak berada di Marina Exhibition Center dan Grand Ballroom Crowne Plaza. Keduanya berkapasitas sebanyak 5000 orang. Lokasi penyelenggaraan kegiatan MICE (Meeting, Inventive, Convention and Exhibition) di Crowne Plaza ini sendiri memiliki kekurangan dari segi aksesibiitas. Padahal, berdasarkan Fred Lawson dalam bukunya Conference, Convention and Exhibition Facilities, perencanaan lokasi kegiatan MICE memiliki lokasi berdekatan dengan jalan utama dan lalu lintas yang lancar, memiliki sistem lalu lintas dengan lebar jalan yang cukup lebar dan pintu masuk yang terlihat jelas dan mudah dikenali. Selain itu, di kota Semarang belum ada sebuah tempat penyelenggaraan konvensi dan ekhibisi yang berlokasi di satu kawasan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah tempat Convention dan Exhibition Center bertaraf Internasional di kota Semarang berkapasitas lebih banyak yang dapat memenuhi kebutuhan penduduk kota Semarang yang semakin meningkat. Pembangunan sebuah Convention dan Exhibition Center bertaraf Internasional ini diharapkan akan membantu pelaksanaan program pariwisata MICE (Meeting, Inventive, Convention and Exhibition) pemerintah kota Semarang sehingga kedepannya kota Semarang memiliki prospek yang baik untuk dapat dijadikan lokasi tujuan penyelenggaraan kegiatan MICE (Meeting, Inventive, Convention and Exhibition) taraf nasional maupun internasional dan menjadi landmark baru kota Semarang.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:55833
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:05 Sep 2017 08:56
Last Modified:05 Sep 2017 08:56

Repository Staff Only: item control page