Rumah Sakit Hewan di Semarang

Budi Prasetyo, Eko and Rukayah, R. Siti and Woro Murtini, Titien (2017) Rumah Sakit Hewan di Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
1442Kb
[img]
Preview
PDF
596Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

719Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

7Mb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1486Kb
[img]
Preview
PDF
370Kb
[img]
Preview
PDF
521Kb

Abstract

Dari total 16 kecamatan yang ada di kota Semarang baru ada 3 kecamatan yang memiliki puskeswan (puskeswan Mijen, puskeswan Gayamsari dan puskeswan Gunungpati). Menurut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, hal itu dinilai masih kurang karena idealnya setiap kecamatan memiliki satu puskeswan. Penambahan puskeswan sangat diperlukan untuk memperluas layanan kesehatan bagi hewan-hewan. Selain itu, juga sebagai langkah mewaspadai penyebaran penyakit hewan berbahaya yang berakibat fatal bagi manusia. Tingkat kepemilikan akan hewan peliharaan di kota Semarang juga semakin meningkat dilihat dari munculnya komunitas‐komunitas pecinta hewan.Hal ini tidak didukung dengan penambahan puskeswan maupun klinik hewan. Berdasarkan uraian di atas, maka diperlukan perencanaan dan perancangan sebuah rumah sakit untuk berbagai spesies hewan di kota Semarang. Dimana rumah sakit hewan yang dirancang dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengguna di rumah sakit baik untuk pasien maupun pemilik hewan itu sendiri. Dengan mengusung tema “One Stop Animal Care” Semarang Veterinary Hospital akan ditunjang dengan beberapa fasilitas berupa pet shop, pet grooming, pet hotel dan pet cafe. Rumah sakit hewan juga akan dijadikan rujukan dari berbagai klinik hewan yang ada di kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian rumah sakit hewan, jenis dan klasifikasi rumah sakit hewan, standarisasi rumah sakit hewan, serta studi banding rumah sakit hewan yang ada di Indonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai kota Semarang, data populasi hewan di kota Semarang, perkembangan komunitas pecinta hewan, serta peraturan daerah yang berlaku. Pendekatan perancangan dilakukan dengan konsep ModernArchitecture. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis, dan kontekstual. Pemilihan tapak berdasarkan data eksisting yang ada disesuaikan dengan kebutuhan ruang. Sehingga terpilih tapak rumah sakit hewan yaitu di daerah Tinjomoyo dengan luas bangunan + 6.500 m2 dan kapasitas rawat inap 200 ekor.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:55387
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:14 Aug 2017 13:43
Last Modified:14 Aug 2017 13:43

Repository Staff Only: item control page