REDESAIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNGARAN

Pramesti Rochana, Intan and Budi Sarjono, Agung and Prianto, Eddy (2017) REDESAIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH UNGARAN. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
875Kb
[img]
Preview
PDF
372Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2352Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2598Kb
[img]
Preview
PDF
456Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2611Kb
[img]
Preview
PDF
634Kb
[img]
Preview
PDF
425Kb
[img]
Preview
PDF
443Kb

Abstract

Berdasarkan data, jumlah total daya tampung rumah sakit di Kabupaten Semarang sebesar 596 tempat tidur. Jumlah tersebut masih sangat kurang jika dibandingkan jumlah penduduk Kabupaten Semarang tahun 2015 sebesar 961.421jiwa. Menurut Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2008, idealnya rasio antara jumlah daya tampung rumah sakit dengan jumlah penduduk sebesar 1:1000. Jika dihitung rasio antara jumlah daya tampung rumah sakit di Kabupaten Semarang sebesar 1:1613. Angka tersebut masih jauh dari jumlah ideal, sehingga masih sangat dibutuhkan penambahan jumlah tempat tidur pada Rumah Sakit di Kabupaten Semarang khususnya. Salah satu Rumah Sakit Umum milik Permerintah Daerah Kabupaten Semarang adalah Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran. Keberadaan RSUD Ungaran ini memiliki peran penting karena terletak di pusat Kota Ungaran yang merupakan Ibukota Kabupaten Semarang dan merupakan tempat dirujuknya pasien-pasien BPJS. RumahSakitUmum Daerah Ungaranmempunyaikapasitas187tempattidur (tt). Jumlah ini dirasa masih sangat kurang jika dilihat dari perbandingan rasio jumlah tempat tidur dengan jumlah penduduk di wilayah sekitar. Selain itu karena jumlah tempat tidur yang masih dibawah 200 buah membuat RSUD Ungaran tergolong dalam Rumah Sakit Kelas C menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 340 Tahun 2010. Padahal karena posisinya yang strategis, diharapkan rumah sakit ini mampu menjadi rumah sakit utama dengan standar Kelas B di Kabupaten Semarang. Di Kabupaten Semarang sendiri masih belum ada rumah sakit dengan standar kelas B. Sehingga jika RSUD Ungaran meningkatkan kelas dari kelas C ke kelas B akan sangat menguntungkan baik bagi pihak rumah sakit maupun pengunjung. Pasien di wilayah Kabupaten semarang jika ingin berobat dengan fasilitas lengkap tidak perlu pergi jauh, begitupun pihak rumah sakit akan untung jika banyak pasien yang berkunjung akan meningkatkan tingkat efektivitas Rumah Sakit seperti Bed Occupancy Rate (BOR), Length of Stay ( LOS ), Turn Over Internal ( TOI ), Bed Turn Over ( BTO ) 67.3 kali. Menurut Buku Pedoman Rumah Sakit Umum Kelas B, jumlah spesialis yang diperlukan untuk Kelas B minimal adalah 18 jenis spesialis, jumlah jens spesialis yang ada di RSUD Ungaran sekarang hanya 12 spesialis. Untuk meningkatkan kelas menjadi kelas B, jumlah tenaga kerja dokter spesialis perlu ditambah, begitupun juga dengan jumlah tempat tidur, fasilitas dan ruang-ruangnya. Sedangkan untuk kondisi eksisiting bangunan yang sekarang sudah tidak ada lagi ruang yang kosong sehingga diperlukan redesain ulang eksisiting RSUD Ungaran agar kebutuhan ruang tambahan juga dapat terpenuhi. JumlahLuaslahan eksisting milik RSUD Ungaransampaisaatini : 6.130 m². Jumlah tanah yang belum terbangun seluas ±3.425 m2 dan lahannya terletak di sebelah timur laut bangunan eksisting RSUD Ungaran. Lahan kosong milik RSUD Ungaran ini dapat dimanfaatkan untuk menambah bangunan baru dalam meredesain Rumah Sakit agar kebutuhan ruang-ruang dapat terpenuhi. Berdasarkan data-data diatas, perlu dilakukannya redesain RSUD Ungaran agar dapat meningkatkan kelas menjadi Kelas B, sehingga mutu pelayanannya pun juga akan ikut meningkat.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:55379
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:14 Aug 2017 11:45
Last Modified:14 Aug 2017 11:45

Repository Staff Only: item control page