Penyusunan Zona Kerentanan Airtanah terhadap Pencemaran Menggunaka Metode GOD dan Pemompaan Menggunakan Metode Foster di Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, dan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Putro, Dimas Galih Sawung and Putranto, Thomas Triadi and Setyawan, Reddy (2017) Penyusunan Zona Kerentanan Airtanah terhadap Pencemaran Menggunaka Metode GOD dan Pemompaan Menggunakan Metode Foster di Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, dan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF (Dimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_JUDUL)
114Kb
[img]
Preview
PDF (Dimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_BAB I)
91Kb
[img]PDF (Dimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_BAB II)
Restricted to Registered users only

404Kb
[img]PDF (Dimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_BAB III)
Restricted to Registered users only

70Kb
[img]PDF (Dimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_BAB IV)
Restricted to Registered users only

1605Kb
[img]PDF (Dimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_BAB V)
Restricted to Registered users only

23Kb
[img]
Preview
PDF (Dimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_DAFTARPUSTAKA)
20Kb
[img]PDF (ADimas Galih Sawung Putro_21100112140090_2017_LAMPIRAN)
Restricted to Registered users only

397Kb

Abstract

Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, dan Tegowanu memiliki luas daerah sekitar 242,64 km2 dengan jumlah penduduk berkisar 132.507 jiwa dan memiliki kepadatan penduduk 546,1 jiwa/km2. Kebutuhan manusia terhadap air semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di suatu daerah. Kebutuhan air dilihat dari segi kualitasnya maupun kuantitasnya. Perlindungan sumber air baku merupakan bagian dari strategi pelaksanaan pengelolaan airtanah berwawasan lingkungan. Metode yang digunakan untuk menentukan kerentanan airtanah adalah metode Groundwater occurance, Overlaying litology and Depth of the water table (GOD) dan metode Foster. Untuk menentukan risiko kerentanan airtanah terhadap pencemaran dan pemompaan dengan menggabungkan hasil masing-masing kerentanan airtanah dengan tata guna lahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, daerah dengan kedalaman muka airtanah yang relatif dangkal dan litologi batuannya cenderung bersifat mudah larut, cenderung masuk ke dalam klasifikasi daerah dengan tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran sedang sampai tinggi. Daerah yang memiliki respon akuifer tinggi, daya simpan akuifer yang besar, ketebalan akuifer yang relatif tipis, cenderung masuk ke dalam klasifikasi daerah dengan tingkat kerentanan airtanah terhadap pemompaan sedang. Zona risiko kerentanan airtanah dibagi menjadi lima bagian, zona risiko kerentanan sangat rendah, zona risiko kerentanan rendah, zona risiko kerentanan sedang, zona risiko kerentanan tinggi, zona risiko kerentanan sangat tinggi. Kata Kunci : Kecamatan Kedungjati, Tanggungharjo, dan Tegowanu, kebutuhan air, zona kerentanan airtanah, zona resiko kerentanan airtanah.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QE Geology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
ID Code:54656
Deposited By:Ms Jenian Marin Geologi
Deposited On:10 Jul 2017 14:53
Last Modified:10 Jul 2017 14:53

Repository Staff Only: item control page