SOSIALISASI DAN KEBIJAKAN ATAS KEBERAGAMAN BAHASA PADA MASYARAKAT TENGGER JAWA TIMUR: SEBUAH FENOMENA KEARIFAN LOKAL

Hamida , Layli (2013) SOSIALISASI DAN KEBIJAKAN ATAS KEBERAGAMAN BAHASA PADA MASYARAKAT TENGGER JAWA TIMUR: SEBUAH FENOMENA KEARIFAN LOKAL. In: International Seminar Language Maintenance and Shift III. ISSN: 2088-6799, 2-3 Juli 2013, Hotel Pandanaran Semarang.

[img]
Preview
PDF
3011Kb

Official URL: http://lamas.undip.ac.id

Abstract

Masyarakat Tengger adalah sebuah komunitas masyarakat yang tinggal di lereng gunung Bromo Jawa Timur dan yang terkenal dengan keunikan tradisinya. Keunikan itu terutama terletak pada konsistensi mereka dalam mempertahankan tradisi leluhur, tak terkecuali dalam mempertahankan dialek lokal Tengger. Dalam menangkap fenomena pemertahanan dialek lokal tersebut, makalah ini menggunakan teori sosialisasi bahasa yang merupakan salah satu cabang dari bidang kajian linguistik antropologi. Untuk keperluan tersebut, penelitian dengan metode etnografi dilakukan untuk memperoleh data. Data yang diperoleh merupakan data gabungan dari kajian pustaka, observasi partisipatoris dan wawancara mendalam dengan informan yang berasal dari masyarakat Tengger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masyarakat Tengger telah berkembang beberapa ragam bahasa yang dipakai oleh penduduk dalam rangka kehidupan sehari-hari yang meliputi dialek Tengger, bahasa Kawi, bahasa Jawa Krama Madya, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Hal itu terjadi karena masyarakat Tengger adalah masyarakat yang terbuka terhadap perkembangan jaman dan modernisasi sehingga mereka terbuka pula terhadap bahasabahasa yang berkembang seiring dengan masuknya modernisasi di desa mereka. Meski demikian, masyarakat Tengger rupanya secara khusus memiliki kearifan lokal dalam menyikapi beragam bahasa yang berkembang dalam lingkup sosialnya. Ini terlihat dari sikap mereka yang menempatkan dialek Tengger sebagai bahasa prioritas yang mereka sosialisasikan kepada anak-anak dan generasi mudanya. Para orangtua dalam masyarakat Tengger memilih dialek Tengger sebagai bahasa utama yang mereka sosialisasikan kepada anak sejak kecil hingga dewasa. Mereka tidak pernah berbicara kepada anak mereka dengan bahasa lain selain bahasa Tengger. Sanksi sosial rupanya menjadi salah satu faktor yang berperan menentukan kebijakan orangtua tersebut.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords:sosialisasi bahasa, kebijakan bahasa, pemertahanan bahasa, kearifan lokal Tengger
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Linguistic
ID Code:54437
Deposited By:S.E. Wahyu Setiabudi
Deposited On:22 Jun 2017 13:48
Last Modified:20 Feb 2018 11:51

Repository Staff Only: item control page