PENERAPAN STRATEGI COMMUNITY-BASED LEARNING UNTUK PENGEMBANGAN DAYA SAING IKM BATIK KLASTER KUAT DI WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH

Susanta Nugraha, Hari and Farida, Naili (2016) PENERAPAN STRATEGI COMMUNITY-BASED LEARNING UNTUK PENGEMBANGAN DAYA SAING IKM BATIK KLASTER KUAT DI WILAYAH PROVINSI JAWA TENGAH. PROSIDING SEMINAR NASIONAL "Tantangan Ilmu-Ilmu Sosial dalam Menghadapi Bonus Demografi Indonesia 2020-2030” .

[img]
Preview
PDF (Full paper) - Published Version
473Kb
[img]
Preview
PDF (Full Version (printed)) - Published Version
2782Kb

Abstract

Riset ini dilaksanakan pada 3 sentra IKM batik yakni; Kabupaten Sragen, Rembang dan Kota Semarang. IKM batik klaster kuat didefinisikan sebagai sekelompok unit bisnis berbasis batik yang reputasi dan jangkauan pasarnya sudah mencapai tingkat nasional. Pengembangan daya saing batik tidak dapat dilepaskan dari kapabilitas pembelajaran kolektif pada sentra IKM batik di setiap daerah. Tujuan riset ini adalah mendapatkan model pengelolaan pembelajaran kolektif (community-based learning) yang mampu menjadi katalis kinerja bersaing bisnis batik. Berdasarkan pendekatan co-creation terhadap IKM batik mendapati bahwa partisipasi stakeholder sangat penting dalam menciptakan mata rantai proses produksi. Kekuatan eksternal, baik segmen input maupun segmen output berperan penting dalam penciptaan produk batik yang inovatif. Riset ini menggunakan key informan perajin batik yang ditetapkan secara purposive untuk menentukan model terbaik pengelolaan pembelajaran kolektif di sentra IKM batik klaster kuat yang meliputi Kabupaten Rembang, Sragen, dan Kota Semarang. Keputusan terhadap model pengelolaan pembelajaran kolektif sangat penting dalam kerangka pengembangan bisnis yang berdaya saing tinggi. Urgensi community-based learning pada IKM batik klaster kuat adalah perlunya membangun awareness perajin bahwa lingkungan eksternal memengaruhi kebersinambungan usaha bisnis. Kekuatan utama yang memengaruhi daya saing IKM batik, yakni; kerjasama segmen input, kerjasama segmen output, serta kerjasama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan IKM batik. Kriteria upaya pengembangan daya saing batik diputuskan melalui 3 model orientasi pemasok, konsumen, dan teknologi produksi. Menggunakan model Analitycal Hierarchy Process, diperoleh hasil bahwa model pengelolaan pembelajaran kolektif perlu menekankan pada aspek kerjasama dengan instansi pemerintah yang terkait pengembangan IKM. Model pengembangan daya saing IKM batik yang menekankan aspek orientasi konsumen menjadi prioritas keputusan model pengelolaan IKM yang representatif untuk mendorong pengembangan pembelajaran kolektif. Pengembangan daya saing pada IKM Batik klaster kuat didukung oleh intensitas segmen kerjasama dengan konsumen dan sektor pemerintah. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut terhadap pengembangan produk batik melalui kerjasama jejaring informasi dalam menciptakan kapabilitas teknologi.

Item Type:Article
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:Faculty of Social and Political Sciences > Department of Public Administration
ID Code:54386
Deposited By:Magister Ilmu Komunikasi
Deposited On:21 Jun 2017 15:40
Last Modified:22 Jun 2017 07:36

Repository Staff Only: item control page