POLISEMI DALAM TERMINOLOGI KOMPUTER (Sebuah Upaya Perencanaan dan Pembinaan Bahasa)

Dr. Juanda Nungki Heriyati,, Heriyati (2011) POLISEMI DALAM TERMINOLOGI KOMPUTER (Sebuah Upaya Perencanaan dan Pembinaan Bahasa). In: International Seminar Language Maintenance and Shift. ISSN: 2088-6799, 2 Juli 2011, Hotel Pandanaran Semarang.

[img]
Preview
PDF
1078Kb

Official URL: http://lamas.undip.ac.id

Abstract

Abstrak Polisemi sering dipertukarkan dengan homonim. Padahal antara polisemi dan homonim merupakan dua hal yang sangat berbeda. Polisemi maknanya masih berhubungan atau berdekatan sedangkan homonim maknanya tidak berhubungan. Kita ambil contoh kata ―gugur‖ pada anak gugur dan ―gugur‖ pada musim gugur masih memiliki makna yang berhubungan yaitu jatuh atau keluar contoh lainnya membangunkan anak dan membangunkan rumah, sementara homonim tidak memiliki makna yang masih berhubungan contoh kata ―buku‖ pada buku tulis dan ―buku‖ pada buku tebu, contoh lain ber-uang, be-ruang, beruang (binatang), buku tulis dan buku tebu tidak memiliki hubungan makna demikian pula ber-uang, be-ruang, dan binatang beruang tidak saling memiliki hubungan makna. Sehubungan dengan uraian di atas, penulis akan mengangkat topik polisemi tetapi difokuskan pada peristilahan yang ada dalam bidang komputer. Beberapa penemuan polisemi dalam bidang komputer seperti kata adapter dalam bidang komputer berarti kad rangkaian atau kad interface dalam komputer PC yang dapat digunakan sebagai penghubung ke alat peripheral, arti lainnya pencocok, corrupt artinya kehilangan data akibat proses yang tidak sempurna maupun disebabkan oleh virus, sedangkan dalam konteks lain korupsi artinya menggelapkan uang atau korupsi. Host artinya sebuah komputer yang terhubung ke jaringan yang menyediakan layanan-layanan ke komputer lain lebih dari sekadar untuk menyimpan dan mengirim formasi, sedangkan makna lainnya tuan rumah. Client berarti program komputer yang menerima data dari program pada komputer lain, dalam konteks lain berarti nasabah atau pelanggan. Contoh-contoh yang dipaparkan tersebut merupakan contoh polisemi. Contoh lain amplitude dan area, memiliki kepolisemian yang masing-masing bermakna tinggi rendahnya tegangan dari sebuah sinyal analog;bagian dalam sebuah memori komputer yang ditentukan oleh hardware atau program untuk menagani data khusus. Arti lainnya masing-masing adalah titik keseimbangan pada getaran atau ling jarak antara puncak gelombang bunyi dan titik rata-rata; daerah atau tempat. Kepolisemian di atas dapat kita lihat sebagai sebuah pemeliharaan dalambidang peristilahan tertentu yang digunakan untuk kepentingan bidang komputer. Dengan penggunaan peristilahan tersebut dalam bidang tertentu,maka eksistensi peristilahan tersebut bisa tetap ada dan akan selalu dikenal. Langkah berikutnya bisa dilakukan sebuah pembakuan bahasa. Jadi dalam proses kepolisemian bisa dilakukan perencanaan, pembianaan atau pemeliharaan,dan pembakuan bahasa.

Item Type:Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects:P Language and Literature > P Philology. Linguistics
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Linguistic
ID Code:53960
Deposited By:S.E. Wahyu Setiabudi
Deposited On:02 Jun 2017 14:42
Last Modified:06 Jun 2017 10:22

Repository Staff Only: item control page