Manajemen Budidaya Ayam Broiler Fase Starter di Farm PT. Surya Unggas Mandiri Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.

BANGUN, Henny BR and SARENGAT, Warsono (2014) Manajemen Budidaya Ayam Broiler Fase Starter di Farm PT. Surya Unggas Mandiri Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan Dan Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
154Kb
[img]
Preview
PDF
608Kb
[img]
Preview
PDF
661Kb
[img]
Preview
PDF
605Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

694Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

8Mb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

8Mb

Abstract

Tugas Akhir disusun berdasarkan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari sampai dengan 16 Maret di Farm PT. Surya Unggas Mandiri Desa Tambiluk Kecamatan Petir Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui secara keseluruhan cara pemeliharaan ayam broiler dengan baik khususnya pada fase starter dan membandingkan yang ada di lapangan dengan teori yang telah diperoleh selama kuliah. Materi yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah ayam broiler sedangkan metode yang dilakukan yaitu mengikuti seluruh kegiatan (partisipasi aktif) yang dilakukan perusahaan tersebut dan pengumpulan data selama PKL. Pengumpulan data berupa data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dengan melakukan wawancara, pengamatan, kuisioner, diskusi dan pencatatan data. Data sekunder diperoleh dari catatan (recording) dan dokumen yang ada di PT. Surya Unggas Mandiri. Data dianalisis, dibahas dan dibandingkan dengan pustaka, kemudian diperoleh kesimpulan mengenai manajemen pemeliharaan ayam broiler fase starter. Hasil Praktik Kerja Lapangan menunjukkan bahwa terdapat 5 kandang tipe close house, masing-masing kandang terdiri dari 2 lantai. Jumlah ayam yang dipelihara seluruhnya 180.000 ekor ayam broiler. Kandang 4 strain yang dipelihara cobb dan ross dengan bobot awal 40 gram/ekor. Kepadatan kandang yaitu 12 – 13 ekor/m2. Pemberian pakan dan minum secara otomatis. Kandungan protein dan energi metabolisme pakan fase starter sekitar 21 – 25% dan 2950 – 3100 kkal/kg. Pemberian air minum yaitu air putih ad libitum kecuali saat pencampuran obat dan vitamin. Mortalitas pada minggu ketiga yaitu 2,25%. Pencegahan penyakit yang dilakukan yaitu vaksinasi dengan cara injeksi subkutan, pemberian obat dan biosecurity. Jenis penyakit yang ditemukan selama fase starter adalah stress, aspergillosis dan kembung (ascites). Manajemen pemeliharaan fase starter sudah baik karena memperhatikan manajemen brooder, chick guard, jumlah tempat pakan dan minum, pencahayaan, dan ketebalan litter serta penanganan yang dilakukan ketika penerimaan DOC. Kata kunci : Ayam Broier, Fase Starter, Budidaya, Manajemen

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Diploma in Animal Agriculture
ID Code:53941
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:02 Jun 2017 11:17
Last Modified:02 Jun 2017 11:17

Repository Staff Only: item control page