Pengaruh Penambahan Gliserol dengan Persentase yang Berbeda terhadap Kualitas Semen Beku Domba Ekor Tipis. The Effect of Glycerol Addition with Different Percentages on Frozen Cement Quality of Thin Tail Sheep

ASTUTI, Dian Dwi and SAMSUDEWA, Daud and ONDHO, Yon Soepri (2015) Pengaruh Penambahan Gliserol dengan Persentase yang Berbeda terhadap Kualitas Semen Beku Domba Ekor Tipis. The Effect of Glycerol Addition with Different Percentages on Frozen Cement Quality of Thin Tail Sheep. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan Dan Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
801Kb
[img]
Preview
PDF
244Kb
[img]
Preview
PDF
270Kb
[img]
Preview
PDF
275Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

308Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

525Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1487Kb

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pemberian gliserol optimal dalam pengencer semen terhadap kualitas semen setelah dibekukan pada domba ekor tipis. Penelitian ini dilakukan Desa Kalisidi, Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Mei 2015. Materi yang digunakan yaitu semen segar hasil penampungan yang telah diencerkan dengan bahan pengencer Tris-kuning telur dan dicampur dengan gliserol 5%, 6%, dan 7% pada masing-masing perlakuan yang ditampung dari 4 pejantan domba ekor tipis. Bahan yang digunakan adalah zat pewarna (Eosin) 2% dan 0,2%, NaCl fisiologis, spirtus, alkohol 70%, kapas, air, air suhu 370C, bahan pengencer yang terdiri dari Tris-aminomethan, asam sitrat, fruktosa, kuning telur,antibiotik berupa penicillin dan streptomycin, aquabidest, gliserol dan nitrogen cair. Alat yang digunakan antara lain terdiri dari peralatan penampungan semen; pemeriksaan kualitas semen segar; proses pengenceran dan gliserolisasi; proses ekuilibrasi; proses pre freezing, freezing dan post thawing motility. Metode pembuatan semen beku mengikuti standar BIB Ungaran tahun 2011. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan jumlah pemberian gliserol yaitu 5% (G5), 6% (G6), dan 7%(G7) dan masingmasing perlakuan diulang 7 kali. Parameter yang diamati adalah motilitas spermatozoa, persentase hidup spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa pada proses gliserolisasi, proses ekuilibrasi, proses pre freezing dan proses post thawing motility. Data diuji dengan menggunakan software microsoft excel diawali dengan uji normalitas dan homogenitas, untuk data yang normal dan homogen, dilanjutkan dengan analysis of variance (ANOVA) Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gliserol dengen persentase yang berbeda kedalam pengencer Tris-kuning telur tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap motilitas spermatozoa, persentase hidup spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa. Tidak adanya perbedaan yang nyata antar perlakuan disebabkan oleh perubahan suhu pada setiap perlakuan yang relatif sama serta jumlah energi pada setiap proses. Simpulan penelitian adalah penambahan gliserol dengan persentase yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas semen beku domba ekor tipis baik terhadap motilitas, persentase hidup maupun abnormalitas spermatozoa. Perlakuan gliserol 5% dapat dipilih sebagai pemberian gliserol kedalam pengencer Tris-kuning telur yang ideal, sehingga penambahan gliserol yang lebih kecil lebih ekonomis dan efisien serta menghasilkan kualitas yang lebih bagus

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:53870
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:29 May 2017 10:23
Last Modified:29 May 2017 10:23

Repository Staff Only: item control page