PERILAKU SEKSUAL DAN KADAR TESTOSTERON DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR AKIBAT PEMBERIAN PAKAN GONAD BULU BABI (Diadema setosum)

Pringgenies, Delianis and Yoram, Winanto and Ridho, Ali (2013) PERILAKU SEKSUAL DAN KADAR TESTOSTERON DARAH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR AKIBAT PEMBERIAN PAKAN GONAD BULU BABI (Diadema setosum). In: SEMINAR NASIONAL BIOTEKNOLOGI KELAUTAN dan PERIKANAN TAHUNAN Ke-1 Penguatan Kapasitas Riset Bioteknologi untuk Mendukung Industrialisasi Kelautan dan Perikanan. FPIK Universitas Diponegoro. ISBN 978-602-17885-0-9

[img]
Preview
PDF
1646Kb

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji dampak pemberian pakan bulu babi Diadema setosum sebagai aprodisiaka terhadap perilaku seksual tikus jantan galur wistar dan apakah gonad D. setosum berpengaruh pada peningkatan kadar testosteron dalam darah R.norvegicus strain wistar. Mencit sebagai hewan uji, dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah mencit yang diberi pakan gonad bulu babi. Kelompok kedua tanpa pakan gonad babi. Sedangkan kelompok ketiga tanpa pakan gonad bulu babi, tapi diberi hormone testoteron. Selanjutnya, ada tiga sub kelompok : pemberian pakan sehari sekali, sehari dua dan sehari tiga kali. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa frekuensi aktivitas seksual paling tinggi tampak pada mencit yang diberi pakan gonad bulu babi, yakni mencit yang yang diberi makan gonad bulu babi dua kali sehari melakukan aktivitas seksual 14 kali sehari. Sedangkan yang diberi makan gonad bulu babi sekali sehari melakukan aktivitas seks delapan kali sehari. Sementara itu, pemberian hormon testoteron tidak berpengaruh signifikan. Tikus jantan yang diberi testoteron hanya beraktifitas seksual tujuh kali sehari. Kadar hormone testoteron pada mencit yang mendapat gonad bulu babi sekali sehari, yaitu sebanyak 45 nanogram perliter (ng/ml), meningkat tajam. Sebaliknya, yang mendapat pakan dua kali sehari hanya 1,98 ng/ml dan tiga kali hanya 1,92 ng/ml. Hasil penelitian pada pengujian terhadap kesuburan pria memperlihatkan bahwa mencit jantan pengkonsumsi bulu babi sekali sehari mengalami peningkatan jumlah spermatozoa menjadi 140 juta per milliliter air. Ini lebih banyak daripada pengonsumsi tiga kali sehari (125 juta/ml) dan dua kali sehari 10 juta /ml). Sementara itu , pada mencit control, tanpa pemberian pakan gonad,sebanyak 50 juta per mili liter. Dengan pemberian hormon saja, hanya sebanyak 40 juta/ml. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian dua kali sehari dapat menaikkan libido tikus jantan

Item Type:Book Section
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Marine Science
ID Code:53639
Deposited By:Mr. Sugeng Priyanto
Deposited On:08 May 2017 14:10
Last Modified:08 May 2017 14:10

Repository Staff Only: item control page