Uji Kinerja Nilai Kalor pada Pertamax Menggunakan Bom Kalorimeter untuk Mengetahui Pengaruh Perubahan Suhu dan Pengadukan (Performance Tests on Pertamax Calor Value Using Bomb Calorimeter to Determine the Effect of Changes in Temperature and Stirring)

SHOLIHAH, LATIFAH MAR’ATIS (2016) Uji Kinerja Nilai Kalor pada Pertamax Menggunakan Bom Kalorimeter untuk Mengetahui Pengaruh Perubahan Suhu dan Pengadukan (Performance Tests on Pertamax Calor Value Using Bomb Calorimeter to Determine the Effect of Changes in Temperature and Stirring). Undergraduate thesis, UNDIP.

[img]
Preview
PDF (COVER, ABSTRAK, KATA PENGANTAR, DAFTAR ISI DLL) - Published Version
109Kb
[img]
Preview
PDF (BAB I) - Published Version
58Kb
[img]
Preview
PDF (BAB II) - Published Version
151Kb
[img]
Preview
PDF (BAB III) - Published Version
50Kb
[img]
Preview
PDF (BAB IV) - Published Version
342Kb
[img]
Preview
PDF (BAB V) - Published Version
65Kb
[img]PDF (BAB VI) - Published Version
Restricted to Repository staff only

67Kb
[img]
Preview
PDF (BAB VII) - Published Version
58Kb
[img]
Preview
PDF (DAFTAR PUSTAKA) - Published Version
71Kb
[img]
Preview
PDF (LAMPIRAN) - Published Version
550Kb

Abstract

ertamax merupakan bahan bakar minyak yang diproduksi oleh Pertamina dengan nilai oktan 92 yang diluncurkan pertama kali pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsure MTBE yang yang berbahaya bagi lingkungan. Pertamax menghasilkan timbal dan kandungan Nox dan Cox yang lebih sedikit. Pertamax ditujukan untuk kendaraan yang memiliki tekhnologi setara Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalyc converters (pengubah katalitik). Variabel proses yang diamati adalah temperatur dan kecepatan pengadukan dengan menggunakan bomb calorimeter dimana suhu yang digunanakan pada variable proses ada 2, yaitu suhu air dan pertamax.Variabel bebas meliputi suhu air yang digunakan untuk lima kali percobaan yakni 32 , 37 , 42 , 47 , dan 52 . Sedangkan variabel suhu pertamax yang digunakan yakni 42 , 47 , 52 , 57 , dan 62 . Rata-rata nilai kalor pada percobaan adalah 47586,41 calori/L. Dari data yang diperoleh terjadi perbedaan secara teori dimana spesifikasi nilai kalor pertamax yaitu 43616 calori/L. Didapatkan rata-rata penyimpangan dari teori dengan percobaan yaitu sebesar 9,1%. Perbedaan nilai kalor yang tidak sesuai ini dikarenakan penggunaan variabel suhu yang terlalu tinggi sehingga mengakibatkan nilai kalor yang meningkat. Perbedaan suhu dan nilai kalor pada percobaan 1 dengan percobaan lainnya disebabkan pengambilan suhu dalam selang waktu beberapa menit dari percobaan sebelumnya menyebabkan kurang akuratnya data yang diperoleh sehingga menyebabkan suhu tidak valid karena memungkinkan masih adanya perambatan panas pada air dari tangki pertamax.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:T Technology > TP Chemical technology
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
Faculty of Engineering > Diploma in Chemical Engineering
ID Code:53602
Deposited By:Mrs Pudja D3 Teknik Kimia
Deposited On:08 May 2017 09:42
Last Modified:08 May 2017 09:42

Repository Staff Only: item control page