SANDI YUDA SEBAGAI ALTER EGO PENGARANG: TELAAH PSIKOANALISIS TOKOH UTAMA NOVEL BILANGAN FU KARYA AYU UTAMI

Atika Sari, Norma (2009) SANDI YUDA SEBAGAI ALTER EGO PENGARANG: TELAAH PSIKOANALISIS TOKOH UTAMA NOVEL BILANGAN FU KARYA AYU UTAMI. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[img]
Preview
PDF
4Kb

Abstract

Ayu Utami adalah salah satu perempuan penulis yang cukup produktif dan idealis dalam dunia kesusastraan Indonesia moderen. Novel pertamanya, Saman, memenangkan sayembara kepenulisan novel DKJ. Berselang setelahnya Ayu menulis dwilogi dari novel pertamanya yang diberi judul Larung. Hampir tujuh tahun setelahnya, Ayu Utami sama sekali tak menghasilkan karya novel. Hingga pada tahun 2008 terbitlah novel ketiganya yang berjudul Bilangan Fu. Menurut Ayu Utami, Bilangan Fu menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan dengan karya-karya terdahulunya. Kritik terhadap modernisme, monoteisme dan militerisme dirangkum dalam sebuah istilah baru; ‘spiritualisme kritis’. Bilangan Fu menjadi karya yang sangat ekspresif dan sugestif dari seorang Ayu Utami sebagai kreator, hingga kemudian muncul asumsi bahwa Ayu mentransfer dirinya menjadi sosok tokoh utama dalam Bilangan Fu yang bernama Sandi Yuda. Tokoh Sandi Yuda disinyalir menjadi alter ego penulis dalah penyampaian moral cerita. Untuk membuktikan hal tersebut, pendekatan psikoanalisis terhadap jiwa pengarang melalui tokoh fiksi sebagai alter ego pengarang diterapkan dalam penelitian ini. Penulis akan meneliti unsur struktur dalam novel Bilangan Fu untuk memahami alur, latar, tema dan tokoh dalam Bilangan Fu. Selanjutnya penulis akan menganalisis tipe kepribadian tokoh Sandi Yuda dan melakukan perbandingan dengan tipe kepribadian Ayu Utami. Tujuannya adalah untuk menemukan apakah benar Sandi Yuda adalah alter ego Ayu Utami dalam menyampaikan moral cerita ‘spiritualisme kritis”-nya. Sandi Yuda dapat memiliki karakter yang identik dengan Ayu Utami atau malah sebaliknya, Sandi Yuda menampilakan tipe kepribadian yang berlawanan dengan Ayu Utami. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode tinjauan pustaka. Hasil penelitian membuktikan bahwa tokoh Sandi Yuda memang benar menjadi alter ego Ayu Utami. Terdapat beberapa karakter yang menjadi penanda keidentikan karakternya dengan Ayu Utami. Sandi Yuda adalah pecinta kebebasan yang memiliki prinsip hidup tak ingin menikah. Kecemasan neurotis monstrous feminine yang dialami Sandi Yuda adalah bentuk pemindahan objek kecemasan neurotis penis envy Ayu Utami sebagai seorang perempuan. Melalui majalah Male Emporium, Ayu berkata bahwa dia membenci militerisme padahal sebenarnya Ayu menyimpan libido pada laki-laki yang army-look. Dengan menjadi tokoh Sandi Yuda, Ayu dapat memenuhi libido histerianya untuk memasuki dunia laki-laki yang maskulin (=identik dengan militerisme). Sosok perempuan penulis yang berusaha memasuki dunia laki-laki seperti yang dilakukan Ayu Utami ini pada akhirnya memunculkan sebuah karya biseksual.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords:psikoanalisis, mimpi, fantasi, mitos, alter ego, lembaga pernikahan, penis envy, monstours feminine, militerisme, monoteisme, modernism, phalosentrisme, sacred climbing, artificial climbing, Babad Tanah Jawi.
Divisions:Faculty of Humanities > Department of Indonesian
ID Code:5318
Deposited By:Sastra Indonesia
Deposited On:28 Jan 2010 13:55
Last Modified:30 Jan 2010 19:16

Repository Staff Only: item control page