Provenans dan Diagenesis Batupasir Berdasarkan Data Petrografi pada Formasi Steenkool, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat

Mardani, Setyo and Aribowo, Yoga and Ali, Rinal Khaidar (2017) Provenans dan Diagenesis Batupasir Berdasarkan Data Petrografi pada Formasi Steenkool, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Undergraduate thesis, Faculty of Engineering Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_JUDUL)
1110Kb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_BAB I)
Restricted to Repository staff only

574Kb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_BAB II)
Restricted to Repository staff only

1197Kb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_BAB III)
Restricted to Repository staff only

1837Kb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_BAB IV)
Restricted to Repository staff only

739Kb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_BAB V)
Restricted to Repository staff only

4Mb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_BAB VI)
Restricted to Repository staff only

460Kb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_DAFTARPUSTAKA)
Restricted to Repository staff only

305Kb
[img]PDF (Setyo Mardani_21100112130072_2017_LAMPIRAN)
Restricted to Repository staff only

9Mb

Abstract

Formasi Steenkool merupakan Formasi batuan sedimen silisiklastik yang terendapkan Kala Pliosen dan persebaranya paling luas di wilayah Teluk Bintuni. Interaksi lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Mikro Lempeng Karolin membuat kondisi tektonik Papua Barat menjadi sangat kompleks. Dari latar belakang ini, penulis berkeingintahuan untuk mengetahui jenis batuan sumber dan tatanan tektonik dari batuan sumber yang menyusun batupasir Formasi Steenkool, serta mengetahui proses selama batupasir tersebut diendapkan. Salah satu metode untuk mengetahui hal tersebut adalah analisis provenans dan diagenesis dengan mempelajari komposisi batuan sedimen melalui pengamatan petrografi. Penentuan provenans menggunakan diagram Dickinson dan Suczek (1979) untuk mengetahui tatanan tektonik batuan sumber dan diagram variasi kuarsa Basu (2003) dan Tortosa (1991) untuk mengetahui jenis batuan asal. Pengamatan diagenesis menggunakan data petrografi untuk mengetahui tekstur, hubungan antar butir, morfologi semen dan porositas batupasir. Objek penelitian adalah 5 sampel batupasir pada lintasan pengukuran stratigrafi BM-1 dan BM-2 koordinat X 0438656 Y 9128971 (UTM, WGS 48) Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni. Hasil pengamatan sampel petrografi Y1, Y2, Y3, Y4 dan Z2 menunjukan konsistensi data yang baik dengan ukuran butir 0,125 – 0,5 mm, sortasi sedang dan kemas tertutup. Komposisi batupasir terdiri dari fragmen kuarsa monokristalin 25%, kuarsa polikristalin 15%, litik sedimen 18%, litik metamorf 12%, feldspar 2%, matriks, 20%, dan semen 8%. Interpretasi jenis provenans menunjukan jenis batuan beku plutonik dan batuan metamorf derajat menengah - tinggi. Provenans berasal dari hasil rombakan pegunungan (recycled orogen) yang terbentuk pada tatanan tektonik collision orogen dan diinterpretasikan pada geologi dan tektonik regional berasal dari Formasi Kemum yang terangkat pada Zaman Tersier Akhir. Proses awal diagenesis yaitu proses sementasi pada lingkungan diagenesis laut (marine). Pada fase mesogenesis batupasir mengalami proses kompaksi dengan fitur hubungan antar butir jenis point contacts, suture contacts, dan concavo-conveks contacts serta morfologi semen drusty mosaic sebagai penciri lingkungan diagenesis burial. Proses selanjutnya yaitu pelarutan semen karbonat membentuk morfologi semen meniscus dan atau microstalactitic serta porositas jenis vuggy porosity penciri lingkungan diagenesis meteorik zona vadose pada fase Telogenesis. Kata Kunci : batupasir, provenans, tektonik, diagenesis

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QE Geology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
ID Code:53038
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:13 Apr 2017 12:43
Last Modified:13 Apr 2017 12:43

Repository Staff Only: item control page