Manajemen Pemberian Pakan dan Kontrol Bobot Badan Ayam Pembibit Fase Grower Di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Semarang 8 Kalijoyo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah

SEMBIRING, Florin Marentika BR and KISMIATI, Sri (2016) Manajemen Pemberian Pakan dan Kontrol Bobot Badan Ayam Pembibit Fase Grower Di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Semarang 8 Kalijoyo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan Dan Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
194Kb
[img]
Preview
PDF
84Kb
[img]
Preview
PDF
168Kb
[img]
Preview
PDF
83Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1388Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

2978Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

4Mb

Abstract

Tugas akhir disusun berdasarkan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan pada tanggal 15 Februari sampai 27 Maret 2016 di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Semarang 8 Kalijoyo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Tujuan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan menggali dan meningkatkan ketrampilan terhadap manajemen pemeliharaan ayam pembibit broiler terutama dalam tatalaksana pemberian pakan fase grower dan kontrol bobot badan. Materi yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah ayam pembibit broiler fase grower di PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Unit Semarang 8 Kalijoyo, Pekalongan. Metode yang digunakan yaitu partisipasi aktif dengan cara melakukan kegiatan langsung dilapangan, wawancara dan pengamatan yang meliputi manajemen pemeliharaan, pemberian pakan/minum, kontrol bobot badan dan cara pencegahan penyakit/biosekurity. Data primer diperoleh dari hasil partisipasi aktif, observasi dan wawancara secara langsung dengan karyawan, staf perusahaan dan manager perusahaan. Data sekunder diperoleh dari data yang ada pada perusahaan peternakan. Berdasarkan hasil Praktek Kerja Lapangan (PKL) jumlah populasi ayam yang dipelihara dalam satu kandang yaitu 9.222 ekor ayam betina dan 1.114 ekor ayam jantan. Bentuk ransum ayam pembibit broiler fase grower berupa “crumble”. Kandungan nutrien ransum yaitu kadar air 13.0%, protein 15 - 16.0%, lemak (min) 3.0%, serat kasar (max) 6.0%, abu (max) 7.0%, calsium (min) 0.9% dan phospor (min) 0.6%. Pemberian pakan pada ayam betina menggunakan trough dengan cara putaran pakan secara otomatis, sedangkan pemberian pakan pada ayam jantan menggunakan pan feeder yang diisi secara manual. Pemberian pakan diberikan sekali dalam sehari yaitu pada pagi hari. Pemberian air minum diberikan secara ad libitum. Konsumsi pakan ayam pembibit umur 18 - 23 minggu terus mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya umur ayam. Kontrol bobot badan ayam dilakukan setiap minggu dengan sampel sebanyak 5% dari populasi ayam setiap kandang. Tingkat keseragaman (uniformity) untuk ayam pembibit betina yaitu 73,61% dan keseragaman untuk ayam jantan yaitu 75%. Konversi pakan yaitu 4,52 pada ayam betina dan 3,79 pada ayam jantan. Tingkat deplesi pada ayam betina yaitu 0,19% dan pada ayam jantan yaitu 0,57%.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Diploma in Animal Agriculture
ID Code:52860
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:05 Apr 2017 10:02
Last Modified:05 Apr 2017 10:02

Repository Staff Only: item control page