Hubungan Mastitis, Produksi dan Kualitas Susu Sapi Perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul - Hijauan Pakan Ternak Sapi Perah Baturraden

ANNISA, Euginia and HARJANTI, Dian Wahyu and SAMBODHO, Priyo (2017) Hubungan Mastitis, Produksi dan Kualitas Susu Sapi Perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul - Hijauan Pakan Ternak Sapi Perah Baturraden. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan & Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
186Kb
[img]
Preview
PDF
87Kb
[img]
Preview
PDF
146Kb
[img]
Preview
PDF
169Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

167Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

735Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1006Kb

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengkaji hubungan produksi dan kualitas susu pada puncak laktasi sapi mastitis. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU HPT) Baturraden. Materi yang gunakan adalah sapi perah FH puncak laktasi sebanyak 38 ekor sapi pada bulan laktasi ke-2 dan ke-3 dengan peroide laktasi III-VIII. Reagen pemeriksaan CMT digunakan untuk menguji mastitis pada susu yang dihasilkan dari setiap puting induk laktasi. Alat yang digunakan antara lain paddle, Lactoscan digunakan untuk uji kualitas susu dan 80 buah botol kaca yang telah disterilisasi digunakan untuk menampung sampel susu sapi pemerahan pagi dan sore yang akan di analisis. Parameter yang diambil yaitu jumlah produksi setiap hari selama 30 hari, hasil pengujian CMT dan hasil uji kualitas susu. Metode yang digunakan adalah Survei. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif, kemudian dilanjutkan dengan analisis korelasi Spearman dan Kendalls. Pengujian CMT dan kualitas susu dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada minggu kedua dan minggu keempat selama penelitian Model penduga mastitis yang digunakan adalah model linier dengan persamaan pada uji pertama nilai P=0,089 sedangkan pada uji kedua P=0,089. Kualitas susu dengan skor mastitis tidak menunjukkan adanya korelasi, nilai protein uji pertama P=0,372 dan uji kedua P=0,331; nilai laktosa uji pertama P=0,675 dan uji kedua P=0,182; sedangkan pada lemak minggu uji pertama terdapat korelasi dilihat dari nilai P=0,026 dan pada uji kedua P=0,846. Korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan nyata baik mastitis dengan produksi maupun mastitis dengan kualitas susu (P>0,05) karena garis kurva linier negatif. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara mastitis dengan produksi maupun dengan kualitas susu. Apabila peradangan pada ambing tidak segera diobati maka dapat berdampak pada penurunan produksi dan kualitas susu.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:52524
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:21 Mar 2017 09:36
Last Modified:21 Mar 2017 09:36

Repository Staff Only: item control page