Pengaruh Sistem Kandang Bertingkat dan Penggunaan Ampas Teh Hitam dalam Ransum terhadap Tingkah Laku Puyuh Petelur Coturnix coturnix japonica (The Effects of tier cage system and black tea waste feeding on the behaviour of laying quail (Coturnix coturnix japonica)

KHOIRUDIN, Ahmad and SUPRIJATNA, Edjeng and SUNARTI, Dwi (2015) Pengaruh Sistem Kandang Bertingkat dan Penggunaan Ampas Teh Hitam dalam Ransum terhadap Tingkah Laku Puyuh Petelur Coturnix coturnix japonica (The Effects of tier cage system and black tea waste feeding on the behaviour of laying quail (Coturnix coturnix japonica). Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan & Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
660Kb
[img]
Preview
PDF
110Kb
[img]
Preview
PDF
50Kb
[img]
Preview
PDF
40Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

174Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

1242Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

2167Kb

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara sistem kandang bertingkat dan penggunaan ampas teh hitam dalam ransum terhadap tingkah laku puyuh petelur. Manfaat penelitian adalah diperoleh informasi level penggunaan ampas teh hitam yang tepat serta tingkat kandang yang sesuai untuk kenyamanan puyuh petelur dilihat berdasarkan tingkah laku. Penelitian ini dilaksanakan selama 10 minggu dimulai pada tanggal 11 Oktober hingga 20 Desember 2014 di Mulawarman Timur Kelurahan Kramas Kecamatan Tembalang, Semarang. Materi yang digunakan adalah 225 ekor puyuh petelur umur 4 minggu dengan bobot badan rata-rata 122 + 8,56 g (CV = 7,03%). Bahan ransum terdiri dari bekatul, jagung kuning, bungkil kedelai, poultry meat meal, tepung kerang dan ampas teh hitam. Kandang yang digunakan adalah kandang koloni sebanyak 45 unit dengan kapasitas 5 ekor/unit. Setiap 9 unit kandang disusun secara bertingkat sehingga didapatkan 5 tingkat kandang. Pemeliharaan dilakukan selama 10 minggu dengan tingkat kandang 1 (L1), tingkat kandang 2 (L2), tingkat kandang 3 (L3), tingkat kandang 4 (L4), tingkat kandang 5 (L5) dan kombinasi level ampas teh dalam ransum 1,5% (T1), 3% (T2), 4,5% (T3). Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan pola split plot 5 x 3 dan 3 ulangan dengan petak utama tingkat kandang dan anak petak level ampas teh. Data dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam. Parameter yang diamati yaitu tingkah laku makan, tingkah laku minum, tingkah laku panting, tingkah laku berjalan dan tingkah laku istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandang bertingkat menyebabkan suhu kandang tinggi antara 260C – 290C sehingga semua puyuh dalam kondisi stres. Berdasarkan data analisi ragam tidak ada pengaruh interaksi (P>0,05) antara sistem kandang bertingkat dan penggunaan ampas teh dalam ransum terhadap tingkah laku puyuh petelur. Perlakuan lantai kandang menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkah laku puyuh petelur. Perlakuan penggunaan ampas teh hitam dalam ransum menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkah laku puyuh petelur. Kesimpulan dari penelitian adalah puyuh cenderung mengalami stres lebih

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:52458
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:17 Mar 2017 10:12
Last Modified:17 Mar 2017 10:12

Repository Staff Only: item control page