TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SYARAT SAHNYA PERJANJIAN HIBAH (Suatu Studi Terhadap Perjanjian Hibah Melalui Akta Notaris Dalam Putusan Pengadilan Agama Tegal Nomor 259/Pdt.G/1998/PA.TG)

Muhammad , Dwi Kuncoro Hadi (2011) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SYARAT SAHNYA PERJANJIAN HIBAH (Suatu Studi Terhadap Perjanjian Hibah Melalui Akta Notaris Dalam Putusan Pengadilan Agama Tegal Nomor 259/Pdt.G/1998/PA.TG). Masters thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
387Kb

Abstract

Penelitian ini mengambil judul “TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SYARAT SAHNYA PERJANJIAN HIBAH (Suatu Studi Terhadap Perjanjian Hibah Melalui Akta Notaris Dalam Putusan Pengadilan Agama Tegal Nomor 259/Pdt.G/1998/PA.TG)”. Latar belakang penelitian ini adalah adanya perjanjian hibah antara melalui akta notaris antara Tn. Zuarnel dan Tn. Jamaan Sutan Maralaut yang obyeknya berupa peralihan hak atas tanah, akan tetapi obyek yang dialihkan tersebut merupakan harta bersama yang didapat dalam suatu perkawinan antara Tn. Zuarnel dan Ny. Nismawati dan sedang disengketakan atas pembagian harta bersama dalam sidang kasus gugat cerai antara keduanya di Pengadilan Agama Tegal. Perumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah perjanjian hibah antara Tn. Zuarnel dan Tn. Jamaan Sutan Maralaut telah memenuhi ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata, bagaimana akibat hukum terhadap suatu perjanjian hibah melalui akta notaris yang tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian dan bagaimana kedudukan akta notaris yang tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian, sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah perjanjian hibah antara Tn. Zuarnel dan Tn. Jamaan Sutan Maralaut telah memenuhi pasal 1320 KUH Perdata, untuk mengetahui akibat hukum terhadap suatu perjanjian hibah melalui akta notaris dan kedudukan akta notaris yang tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian hibah melalui akta notaris yang dibuat oleh Tn. Zuarnel dan Tn. Jamaan Sutan Maralaut tidak memenuhi ketentuan yang tercantum dalam Pasal 1320 KUH Perdata dan tergolong sebagai perjanjian simulasi mutlak. Akibat hukum yang ditimbulkan dari perjanjian hibah melalui akta notaris yaitu tidak berlaku sebagai undang-undang, dapat ditarik kembali secara sepihak, dan pelaksanaan dengan itikad yang tidak baik. Bentuk formal perbuatan hukum hibah yang dicatat oleh seorang notaris hanya berlaku untuk para pihak saja. Kedudukan akta notaris yang tidak memenuhi syarat sahnya perjanjian bahwa secara materiil akta perjanjian hibah tersebut adalah cacat hukum sehingga tidak mempunyai kekuatan pembuktian Akhir dari hasil penelitian ini disarankan dalam pembuatan perjanjian yang membutuhkan jasa seorang Notaris perlu diperhatikan aspek aspek yang dipersyaratkan oleh undang-undang agar dapat menjadi suatu akta otentik yang mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna.

Item Type:Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords:Perjanjian Hibah, Akta Notaris, donate agreement, notaries certificate.
Subjects:K Law > K Law (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Notary
ID Code:52099
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:01 Mar 2017 14:04
Last Modified:01 Mar 2017 14:04

Repository Staff Only: item control page