Pengaruh Penggunaan Limbah Penetasan Telur Puyuh dalam Ransum terhadap Performa Burung Puyuh Jantan (Coturnix coturnix japonica)

RAMADHANI, Ratih Wahyu and KISMIATI, Sri and MANGISAH, Mngisah (2016) Pengaruh Penggunaan Limbah Penetasan Telur Puyuh dalam Ransum terhadap Performa Burung Puyuh Jantan (Coturnix coturnix japonica). Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan & Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
53Kb
[img]
Preview
PDF
121Kb
[img]
Preview
PDF
149Kb
[img]
Preview
PDF
139Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

143Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

284Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

423Kb

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah penetasan telur puyuh dengan level pemberian yang berbeda terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum puyuh jantan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 September - 30 September 2015 di Desa Sumowono, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Materi yang digunakan adalah 120 ekor puyuh jantan umur 3 minggu dengan bobot rata-rata 49,06 ± 3,8g dengan koefisien keragaman (CV) 7,9%. Bahan pakan yang digunakan meliputi jagung, pollard, bungkil kedelai, poultry meat meal, tepung limbah penetasan puyuh, premix dan CaCO3. Ransum disusun isoprotein dan isoenergi dengan kandungan PK 24% dan energi metabolis 3.200 kkal/kg. Rancangan acak lengkap (RAL) diterapkan dengan penggunaan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan sebagai berikut T0= ransum basal; T1= ransum menggunakan 9% limbah penetasan telur puyuh; T2= ransum menggunakan 12% limbah penetasan telur puyuh; T3= ransum menggunakan 15% limbah penetasan telur puyuh. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah penetasan telur puyuh pada level 0%, 9%, 12% dan 15% dalam ransum puyuh jantan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil yang diperoleh dari T0, T1, T2, dan T3 berturut–turut untuk konsumsi ransum (g) yaitu 17,17; 17,41; 17,63; dan 17,85. Pertambahan bobot badan (g/hari) yaitu 2,16; 1,89; 1,99; dan 2,09. Konversi ransum yaitu 7,97; 9,29,24; 8,78, dan8,58. Simpulan penelitian ini yaitu penggunaan tepung limbah penetasan puyuh sampai level 15% dalam ransum puyuh jantan tidak meningkatkan performa burung puyuh jantan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:52060
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:27 Feb 2017 14:47
Last Modified:27 Feb 2017 14:47

Repository Staff Only: item control page