MEMFUNGSIKAN RUANG DI BAWAH PERMUKAAN TANAH SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENYELAMATKAN RUANG TERBUKA DI PUSAT KOTA SEMARANG

Hardiman, Gagoek MEMFUNGSIKAN RUANG DI BAWAH PERMUKAAN TANAH SEBAGAI ALTERNATIF UNTUK MENYELAMATKAN RUANG TERBUKA DI PUSAT KOTA SEMARANG. ECO-URBAN DESIGN DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN PERKOTAAN Perencanaan dan Perancangan Ruang/Lingkungan Terbangun (Built environment) Perkotaan. PWK FT UNDIP- 23 Oktober 2008, 1 (14). pp. 1-14.

[img]
Preview
PDF
3419Kb

Official URL: http://www.mil.undip.ac.id

Abstract

Permasalahan menyangkut “penggusuran” ruang terbuka kota di Semarang dengan berbagai alasan, antara lain untuk “Bangunan komersial” dsb, merupakan hal yang tidak asing di kota Semarang. Dari tahun ke tahun ruang terbuka hijau di pusat kota Semarang semakin menyusut. Beberapa fakta yang telah terjadi antara lain lenyapnya alun-alun tradisional depan masjid Agung Kauman Semarang demi pembangunan tempat perbelanjaan Ya’ik Johar, dsb. Wacana yang berkembang sekarang adalah rencana pembangunan hotel di lingkungan lapangan olahraga dan GOR Jatidiri Mugas. Sementara di beberapa daerah lain: Usaha memfungsikan ruang di bawah ruang terbuka sudah terealisir. Sebagai contoh; Pembangunan tempat perbelanjaan di bawah terminal bus-way Blok M Jakarta. Pembangunan sarana perbelanjaan di bawah lapangan Karebosi Makassar yang saat ini masih dalam taraf ‘’Under Construction”. Bahkan pada tahun 1996 sudah ada disain pembangunan sarana perbelanjaan dan parkir di bawah lapangan simpang lima, karena terjadi krisis moneter rencana itu hingga kini tak terdengar lagi. Konsep pembangunan di bawah permukaan tanah merupakan salah satu alternativ untuk mempertahankan ruang terbuka termasuk ruang terbuka hijau. Karena, meskipun pada bagian bawah dipergunakan untuk bangunan bagian permukaan atas tetap dapat dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau sebagai upaya untuk menjamin terlaksananya proses ekologie dsb. Pembangunan di bawah permukaan tanah pada ruang terbuka di Semarang tentu harus memperhatikan perencanaan yang sesuai dengan ikim tropis lembab. Penerapan teknologi infrastruktur untuk menghindarkan genangan air dengan menggunakan bak penampung limbah cair, pompa air, dinding kedap air harus diterapkan dengan seksama. Upaya lain yang perlu diperhatikan adalah pemanfaatan cahaya alami dan proses pertukaran udara serta upaya untuk menghindarkan akumulasi panas dan kelembaban dalam ruangan dibawah permukaan tanah tersebut harus pula diperhatikan dengan baik.

Item Type:Article
Uncontrolled Keywords:pusat kota, ruang terbuka, ruang bawah tanah.
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
ID Code:5196
Deposited By:ms Hastomo Agus
Deposited On:22 Jan 2010 19:43
Last Modified:22 Jan 2010 19:43

Repository Staff Only: item control page