Analisis Stratigrafi Formasi Steenkool Lintasan Bintuni-Manimeri, Cekungan Bintuni, Papua Barat

Anjani, Ledi Priscila and Kurniasih, Anis and Aribowo, Yoga (2016) Analisis Stratigrafi Formasi Steenkool Lintasan Bintuni-Manimeri, Cekungan Bintuni, Papua Barat. Undergraduate thesis, Faculty of Engineering Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_JUDUL)
916Kb
[img]PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_BAB I)
Restricted to Repository staff only

380Kb
[img]PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_BAB II)
Restricted to Repository staff only

1455Kb
[img]PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_BAB III)
Restricted to Repository staff only

267Kb
[img]PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_BAB IV)
Restricted to Repository staff only

8Mb
[img]PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_BAB V)
Restricted to Repository staff only

13Kb
[img]PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_DAFTAR PUSTAKA)
Restricted to Repository staff only

247Kb
[img]PDF (Ledi Priscila Anjani_21100112120006_LAMPIRAN)
Restricted to Repository staff only

16Mb

Abstract

Formasi Steenkool merupakan salah satu formasi pada Cekungan Bintuni Papua Barat yang memiliki penyebaran luas. Bagian atas formasi ini banyak tersingkap di Distrik Bintuni, sedangkan bagian bawah formasi ini banyak tersingkap di Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah sedimentasi lingkungan transisi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengukuran stratigrafi terukur pada Lintasan Bintuni-Manimeri dengan skala 1:50 untuk lintasan BM-1, BM-2 dan skala 1:25 untuk lintasan BM-3, BM-4. Formasi Steenkool dapat dibagi menjadi tiga satuan litostratigrafi, yaitu satuan batupasir, satuan batupasir peselingan batulanau dan endapan alluvium. Litologi pada daerah penelitian dicirikan dengan struktur sedimen flaser, lentikuler, laminasi sejajar, laminasi bergelombang, laminasi gelembur, nodule, carbon flakes, herringbone, dan laminasi silang siur, sehingga membentuk delapanbelas (18) litofasies. Asosiasi Fasies yang terbentuk dari berbagai litofasies tersebut menghasilkan lima (5) asosiasi fasies yang terdiri dari tidal channel, tidal creek, levee, swamp, dan tidal bar. Berdasarkan litofasies dan asosiasinya maka lingkungan pengendapan pada Formasi Steenkool merupakan lingkungan pengendapan tidal flat. Untuk mengetahui sejarah pengendapan dan evolusi dari sistem tidal flat, maka dilakukan analisis parasekuen. Terdapat empatbelas (14) parasekuen pada lintasan Bintuni-Manimeri dengan pola pengendapan fining upward dan sikuen transgresi. Lingkungan pengendapan tidal flat yang ditemukan pada Kala Miosen Akhir-Plistosen juga ditemukan pada kondisi Resen. Terdapat lingkungan pengendapan yang sama pada skala waktu dan dua lokasi berbeda diinterpretasi terjadi karena pengaruh tektonik. Hal tersebut berdasarkan pengukuran strike/dip dengan arah N172°E/63° dan N171°E/74°. Dipping sebesar 63° dan 74° menunjukkan adanya proses tektonik yang menyebabkan terjadinya uplifting pada lokasi penelitian, sehingga lingkungan pengendapan pada lokasi penelitian memiliki kondisi yang sama dengan saat ini. Kata kunci : Formasi Steenkool, litostratigrafi, tidal flat, parasekuen, tektonik

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QE Geology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
ID Code:51530
Deposited By:Ms Jenian Marin Geologi
Deposited On:18 Jan 2017 09:35
Last Modified:18 Jan 2017 09:35

Repository Staff Only: item control page