Pengaruh Groundwater Level terhadap Stabilitas Lereng pada Dinding Selatan – Barat Phase 6 Tambang Batu Hijau PT. Newmont Nusa Tenggara

Fadly, AN. and Najib, Najib and Winarno, Tri (2016) Pengaruh Groundwater Level terhadap Stabilitas Lereng pada Dinding Selatan – Barat Phase 6 Tambang Batu Hijau PT. Newmont Nusa Tenggara. Undergraduate thesis, Faculty of Engineering Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF (AN.Fadly_21100112130065_Judul)
711Kb
[img]PDF (AN.Fadly_21100112130065_BAB I)
Restricted to Repository staff only

180Kb
[img]PDF (AN.Fadly_21100112130065_BAB II)
Restricted to Repository staff only

2296Kb
[img]PDF (AN.Fadly_21100112130065_BAB III)
Restricted to Repository staff only

282Kb
[img]PDF (AN.Fadly_21100112130065_BAB IV)
Restricted to Repository staff only

1814Kb
[img]PDF (AN.Fadly_21100112130065_BAB V)
Restricted to Repository staff only

102Kb
[img]PDF (AN.Fadly_21100112130065_Daftar Pustaka)
Restricted to Repository staff only

94Kb
[img]PDF (AN.Fadly_21100112130065_Lampiran)
Restricted to Repository staff only

5Mb

Abstract

Kestabilan lereng memiliki arti sangat penting bagi perusahaan, semakinn banyak informasi/data geoteknik yang dimiliki maka semakin besar peluang dilakukan optimasi pencuraman lereng tambang. Secara umum, kestabilan lereng dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini membahas bagian dari faktor internal, yaitu pengaruh air terhadap kestabilan lereng. Penelitian ini dilakukan pada lereng tambang bagian selatan-barat PT. Newmont Nusa Tenggara terbagi dua section. Data utama yang digunakan pada penelitian ini berupa data Vibrating Wire Piezometer (VWP) dan data pengeboran horisontal, dari data VWP dikalibrasi untuk mendapatkan groundwater level/elevasi air baik sebelum dan sesudah dilakukan pengeboran horisontal, selanjutnya data tersebut dianalisis menggunakan software slide 6 yang menggunakan metode Limit Equilibrium Method (LEM)/metode irisan untuk mengetahui faktor keamanan pada tiap-tiap kondisi lereng sehingga didapatkan rekomendasi elevasi air untuk menjaga lereng tetap dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil penelitian ini, lereng section 1 berada dalam kondisi tidak aman yaitu sebesar 1,130 (Morgenstern) dan 1,136 (Spencer). Pada section 2, pada metode morgenstren price berada pada kondisi kritis sedangkan dengan metode spencer berada pada kondisi aman yaitu sebesar 1,209 (Morgenstern) dan 1,234 (Spencer). Setelah dilakukannya pengeboran horisontal tiap section mengalami kenaikan nilai FoS, pada section 1 mempunyai nilai FoS 1,218 (Morgenstern) dan 1,221 (Spencer). Pada section 2 mempunyai nilai FoS 1,274 (Morgenstern) dan 1,324 (Spencer). Sebaiknya untuk menjaga kestabilan lereng pada lereng selatan-barat elevasi air berada pada 313,66 RL untuk sensor SBD 604 dan 167,26 RL untuk sensor TH 05 sedangkan sensor SBD 596 berada pada 231,3 RL, serta pada sensor SBD 653 berada di 187,28 RL. Kata kunci: Kestabilan Lereng, Faktor Keamanan, Vibrating Wire Piezometer, Horisontal Drilling, Limit Equilibrium Method.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QE Geology
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
Faculty of Engineering > Department of Geological Engineering
ID Code:51508
Deposited By:Ms Jenian Marin Geologi
Deposited On:17 Jan 2017 13:36
Last Modified:18 Jan 2017 11:19

Repository Staff Only: item control page