EFEKTIFITAS HIDROKOLOID KUNYIT (Curcuma domestika) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK STADIUM I PADA TIKUS (Rattus novergitus)

JULIANTO, Eko and MARDIYONO, Mardiyono and SANTOSO, Bedjo (2016) EFEKTIFITAS HIDROKOLOID KUNYIT (Curcuma domestika) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK STADIUM I PADA TIKUS (Rattus novergitus). Masters thesis, Postgraduate Program .

[img]
Preview
PDF
250Kb
[img]
Preview
PDF
155Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

540Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

299Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

495Kb
[img]
Preview
PDF
6Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

122Kb
[img]
Preview
PDF
228Kb

Abstract

Latar Belakang : Ulkus kaki merupakan suatu komplikasi yang umum bagi pasien dengan diabetes mellitus. Penyembuhan luka yang lambat dan meningkatnya kerentanan terhadap infeksi cenderung terjadi, gangren dapat berkembang dan terdapat risiko tinggi perlu dilakukan amputasi tungkai bawah. Di Indonesia dilaporkan sebanyak 8,4 juta jiwa pada tahun 2001, meningkat menjadi 14 juta pada tahun 2006 dan diperkirakan menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2020. Pemanfaatan bahan alam untuk material perawatan luka yang mampu membantu proses penyembuhan luka dipandang perlu karena Indonesia mempunyai 3000 spesies tanaman yang 940 diantaranya digunakan sebagai tanaman obat. Dalam hal ini aplikasi sediaan hidrokoloid kunyit dapat digunakan untuk perawatan luka diabetes mellitus derajat 1 sebagai antimikroba dan anti infalamasi. Tujuan penelitian : Membandingkan kefektifan hidrokoloid kunyit (Curcuma domestica) dengan kadar kurkumin 0,25%, 0,5% dan 1% terhadap proses penyembuhan luka diabetik stadium I. Metode : Penelitian dengan post test only control group design. Hasil : Kelompok yang dibalut dengan hidrokoloid kunyit 0,25%, 0,5 % dan 1% seluruhnya mengalami kesembuhan, sedangkan kelompok yang dibalut dengan kasa lembab 0,9% hanya sebagian kecil yang mengalami kesembuhan. Penurunan jumlah makrofag terbesar pada kelompok yang diberikan hidrokoloid kunyit 0,5%. Peningkatan jumlah fibroblas terbesar pada kelompok yang diberikan hidrokoloid kunyit 1%. Skor pengkajian luka kelompok yang diberikan hidrokoloid kunyit tetap dan penurunan pada kelompok yang diberikan kasa lembab pada hari ke-21. Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan jumlah makrofag (pvalue=0,049), jumlah fibroblas (pvalue=0,008) dan skor pengkajian luka (pvalue=0,000) pada hari ke-14 antar kelompok perlakuan. Terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan jumlah makrofag (pvalue=0,012), jumlah fibroblas (pvalue=0,008) dan skor pengkajian luka (pvalue=0,000) pada hari ke-21 antarkelompok perlakuan. Kesimpulan : Pemberian balutan hidrokoloid kunyit 1% dapat menyembuhkan luka diabetik stadium I pada tikus putih (Rattus novergicus) strain wistar. Kata kunci : hidrokoloid kunyit, luka diabetik stadium I, jumlah makrofag, jumlah fibroblas dan skor pengkajian luka. Background: Leg ulcers are a common complication in patients with diabetes mellitus. Slow wound healing and increased susceptibility to infection tends to occur, gangrene may develop and there is a high risk of lower limb amputation necessary. Indonesia reported in as many as 8.4 million people in 2001, rising to 14 million in 2006 and is estimated to be approximately 21.3 million in 2020. The use of natural materials for wound care material that can help the healing process is necessary because Indonesia 3000 has 940 plant species of which are used as a medicinal plant. In this case the application preparation turmeric hydrocolloid can be used for wound treatment of diabetes mellitus degree 1 as antimicrobial and anti infalamasi. Objective: To compare the effectiveness of hydrocolloid turmeric (Curcuma domestica) with curcumin content of 0.25%, 0.5% and 1% of the diabetic wound healing process stage I. Methods: The study with post test only control group design. Results: The group wrapped with turmeric hydrocolloid 0.25%, 0.5% and 1% completely healed, while the group wrapped in moist gauze 0.9% only a small percentage who experience healing. The largest decrease in the number of macrophages in the group given 0.5% hydrocolloid turmeric. The increase in the number of fibroblasts in the group given turmeric 1% hydrocolloid. Score assessment hydrocolloid wound given turmeric group remains and the decline in the group given moist gauze on the 21st day. There are differences in the average a significant number of macrophages (pvalue = 0,049), the number of fibroblasts (pvalue = 0.008) and wound assessment scores (pvalue= 0.000) at day 14 between the treatment groups. There are differences in the average a significant number of macrophages (pvalue = 0.012), number of fibroblasts (pvalue = 0.008) and wound assessment scores (pvalue = 0.000) at day 21 between the treatment groups. Conclusion: turmeric 1% hydrocolloid dressings can heal wounds Stage I diabetic rats (Rattus novergicus) Wistar strain. Keywords: hydrocolloid turmeric, diabetic wounds Stage I, the number of macrophages, fibroblasts and balanced assessment of the number of injuries

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Epidemiology
ID Code:51312
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:04 Jan 2017 14:11
Last Modified:04 Jan 2017 14:11

Repository Staff Only: item control page