EKTOPARASIT PADA BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI DESA WONOSARI, BONANG, KABUPATEN DEMAK

Sarjito, Sarjito and Haditomo, A.H. Condro and Sari, Rohita and Arthakusuma, Yanuar (2008) EKTOPARASIT PADA BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI DESA WONOSARI, BONANG, KABUPATEN DEMAK. SEMINAR NASIONAL PERIKANAN DAN KELAUTAN "PERKEMBANGAN IPTEK PERIKANAN DAN KELAUTAN BERKELANJUTAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL" . pp. 217-222. ISSN 978.979.704.595.1

[img]
Preview
PDF
3441Kb

Abstract

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) merupaka salah satu jenis ikan budidaya yang mempunyai tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi, mudah untuk dipelihara karena mempunyai daya toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan dan ruang terbatas. Dengan melihat kondisi lingkungan pemeliharaan yang digunakan, maka ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dapat terserang oleh berbagai organisme yang dapat menyebabkan penyakit. Untuk meminimalisir tingkat kematian, salah satu cara adalah perlu dilakukannya pemeriksaan ekoparasit. Dengan diketahui jenis parasit yang menyerang ikan lele dumbo, maka dapat diketahui pula cara penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis, nilai prevalensi, intensitas, dan dominasi ektoparasit yang mendominas ikan lele dumbo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif. Data primer diperoleh melalui pengamatan di laboratorium dengan melihat gejala klinis tingkah laku dan tubuh ikan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan parasit di bawah mikrokop. Parasit yang ditemukan diidentifikasi dan dihitung prevalensi, intensitas, serta dominasinya. Sampel diambil dari desa Wonosari, Bonang, Kabupaten Demak adalah 40 ekor dengan ukran panjang ikan sampel berkisar antara 20-25 cm dengan berat berkisar antara 100-150 gram per ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ektoparasit yang ditemukan pada ikan lele dumbo adalah Gyrodactylus sp., Dactylogyrus sp., Myxobolus spp., dengan total parasit 75 ekor. Prevalensi tertinggi ditunjukkan Dactylogyrus sp. sebesar 32,5 %, sedangkan nilai prevalensi terendah yaitu pada Gyrodactylus sp. sebesar 20 %. Nilai intensitas tertinggi yaitu 2,69 ditunjukkan oleh Dactylogrus sp. sedangkan 7 ekor inang ikan lele yang terinfeksi dengan intensitas yang terendah ditunjukkan oleh Gyrodactylus sp. sebesar 2,28. Nilai dominansi tertinggi ditunjukkan Dactylogyrus sp. sebesar 46,67 %, sedangkan nilai dominansi terendah ditunjukkan oleh Gyrodactylus sp. sebesar 21,33 %. Kata kunci: Ektoparasit, lele dumbo (Clarias gariepinus), Myxobolus spp., Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp. Seminar nasional perikanan dan kelautan: “Pengembangan IPTEK Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan dalam Mendukung Pembangunan Nasional: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro 28 Agustus 2007”

Item Type:Article
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Faculty of Fisheries and Marine Sciences > Department of Fisheries
ID Code:51065
Deposited By:Mr Condro Haditomo
Deposited On:27 Dec 2016 03:43
Last Modified:27 Dec 2016 03:43

Repository Staff Only: item control page