Museum Batik Yogyakarta di Kabupaten Bantul

KAMILA , HASNA KHAIRANI and Budi, Sudarwanto and Erni, Setyowati (2016) Museum Batik Yogyakarta di Kabupaten Bantul. Undergraduate thesis, universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
1083Kb
[img]
Preview
PDF
455Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3120Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

736Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1091Kb
[img]
Preview
PDF
220Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2248Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2248Kb
[img]
Preview
PDF
813Kb
[img]
Preview
PDF
318Kb
[img]
Preview
PDF
381Kb

Abstract

Batik Indonesia merupakan warisan budaya nusantara yang telah diakui oleh dunia. Batik sudah ada sejak lama di Indonesia, tetapi menjadi bertambah populer ketika United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) memberikan pengakuan dan mengesahkan secara resmi Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia (World Heritage) pada tanggal 2 Oktober 2009. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden No. 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional. Kain Batik sebagai identitas yang melekat pada budaya Indonesia, merupakan warisan yang sudah seharusnya dikenal lebih jauh oleh masyarakat lokal dan turis mancanegara. Sebagai warisan luhur budaya bangsa, sudah seharusnya batik diberikan tempat untuk dipamerkan kepada masyarakat luas dengan tujuan yang mengedukasi sekaligus menjadi menjadi hiburan untuk meningkatkan rasa bangga masyarakat lokal terhadap batik itu sendiri. Penobatan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia menjadikan DIY salah satu tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengenal lebih jauh lagi mengenai batik. Oleh karena itu perlu adanya tempat untuk memamerkan dan memperkenalkan batik lebih luas dengan menyajikan edukasi. Dengan ini Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memerlukan sebuah perencanaan dan perancangan Museum Batik sebagai museum dengan standar Internasional yang inclusive dan mengedukasi. Konten museum yang akan dipamerkan adalah batik dari seluruh Pulau Jawa dengan menonjolkan keberaneka ragaman coraknya. Museum Batik Yogyakarta ini nantinya akan dikemas untuk mengubah mindset masyarakat yang menganggap bahwa museum adalah tempat kuno yang dikunjungi untuk memenuhi kebutuhan edukasi saja. Museum Batik akan menjadi museum yang menampilkan sisi entertainment kepada pengunjung sekaligus mengedukasi.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Diploma in Architecture
Faculty of Engineering > Diploma in Architecture
ID Code:51035
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:23 Dec 2016 08:48
Last Modified:23 Dec 2016 08:48

Repository Staff Only: item control page