MEDAN FLIGHT ACADEMY

FRANS, CANIGIA BANGUN and Edward, E Pandelaki and Atik, Suprapti (2016) MEDAN FLIGHT ACADEMY. Undergraduate thesis, universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
1113Kb
[img]
Preview
PDF
334Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1468Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

452Kb
[img]
Preview
PDF
267Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1334Kb
[img]
Preview
PDF
663Kb
[img]
Preview
PDF
268Kb

Abstract

Sektor industri penerbangan Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat beberapa tahun terakhir.Berdasarkan data yang ada di INACA (Indonesia National Air Carriers Association), pertumbuhan penumpang di Indonesia telah bergerak 12 hingga 15 % per tahunnya dan terdapat penambahan sekitar 100 unit pesawat baru setiap tahunnya. Sedangkan berdasarkan data dai IATA (International Air Transport Association), jumlah penumpang Indonesia pada 2034 atau dalam 20 tahun kedepan akan naik 200 persen dari tahun 2014 yang mencapai 86 juta penumpang pertahun. Selain pertumbuhan industri penerbangan yang begitu tinggi, dalam menghadapi ASEAN Open Sky Policy Indonesia perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur penerbangan, menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, meningkatkan manajemen penerbangan dan memenuhi standar keselamatan internasional. Berdasarkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub setiap tahunnya dibutuhkan 800 tenaga pilot setiap tahunnya dan 185.000 pilot hingga tahun 2031 untuk kawasan Asia Sekolah Penerbang yang ada di Indonesia hanya mampu menyediakan 400-500 orang pertahun. Untuk ATC, Indonesia diperkirakan masih kekurangan 200 orang per tahun. Lulusan ATC dari BPSDM mencapai 120-130 orang, dan kebutuhan Teknisi lebih dari 4700 teknisi per tahun yang tersedia 300-400 teknisi per tahun. Hal tersebut menjadi peluang bagi kota kota lain di Indonesia untuk mendirikan sekolah penerbangan. Keberadaan 9 bandara di Sumatera Utara untuk mendukung penyedian sumber daya penerbangan maksimal di Sumatera Utara. Kedepanya tidak hanya untuk memenuhi sumber daya penerbangan dalam skala lokal, sekolah penerbangan ini diharapkan dapat memenuhi sumber daya dalam skala nasional dan internasional. Untuk mendukung program tersebut, maka dibutuhkan fasilitas berupa Akademi Penerbangan di Medan dengan penekanan desain arsitektur post-modern yang berfokus pada pendidikan teknisi di bidang penerbangan serta menghasilkan lulusan yang dapat diakui secara internasional.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:50806
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:17 Nov 2016 08:25
Last Modified:17 Nov 2016 08:25

Repository Staff Only: item control page